Tiga RT di Gunungkidul Masuk Zona Merah Corona

Ilustrasi. - Freepik
24 April 2021 06:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jumlah RT masuk zona merah Covid-19 bertambah menjadi tiga RT. Penambahan ini tak lepas adanya penularan virus corona yang berasal dari klaster takziah di Kalurahan Giriharjo, Panggang dan mitoni di Kalurahan Getas, Playen.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan di awal puasa, jumlah RT yang masuk zona merah hanya berada di satu lokasi di Kalurahan Giriharjo, Panggang. Meski demikian, perkembangan data terkini ada penambahan yang masuk kategori zona merah.

“Tidak hanya satu, sekarang menjadi tiga RT,” kata Dewi kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Total Kasus Positif Covid-19 Klaster Pondok Pesantren di Kulonprogo Menjadi 104

Dia menjelaskan, adanya penambahan lokasi zona merah tidak lepas adanya penularan virus corona dari klaster takziah dan mitoni. Untuk klaster takziah di Giriharjo, Panggang telah dilakukan tracing 475 warga dan hasilnya ada 36 orang yang dinyatakan positif corona, dua di antaranya meninggal dunia. Adanya penularan yang massif ini, maka dua RT di Dusun Panggang I dinyatakan masuk ke zona merah.

Satu RT yang masuk zona merah berasal dari penularan klaster mitoni di Dusun Ngasem, Getas, Kapanewon Playen. “Akibat penularan ini, tim medis sudah melakukan tracing kepada 187 warga dan hasilnya 37 dinyatakan positif corona,” katanya.

Meski ada tambahan tiga RT yang masuk ke zona merah, namun secara keseluruhan masih didominasi di zona hijau. Pasalnya, dari 6.854 RT, yang masuk zona hijau ada 6.772 RT, zona kuning sebanyak 78 RT dan zona orange sebanyak satu RT.

Baca juga: Ini 4 Aplikasi Untuk Silaturahmi Online yang Bisa Dipakai Selama Larangan Mudik

“Kami berharap satgas di tingkat kapanewon dan kalurahan bisa meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan sosial sehingga tidak menjadi klaster baru penularan corona,” katanya.

Carik Giriharjo, Muharyanto mengatakan, di Dusun Panggang I menjadi salah satu klaster penularan virus corona yang disebabkan adanya takziah di masyarakat. Hasil pendataan sesuai dengan peta zonasi ada dua RT yang masuk dalam kategori zona merah.

Meski demikian, lanjut dia, dari puluhan warga yang dinyatakan positif, mayoritas melakukan isolasi secara mandiri. Untuk kebutuhan logistik bagi warga yang menjalani isolasi tidak ada masalah karena ada bantuan dari pemkab maupun dari pihak swasta.

“Petugas puskesmas pun melakukan pengawasan agar isolasi dapat berjalan dengan baik dan warga bisa segera sembuh,” katanya.