Total Kasus Positif Covid-19 Klaster Pondok Pesantren di Kulonprogo Menjadi 104

Ilustrasi. - Freepik
24 April 2021 00:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dua pondok pesantren (ponpes) tengah menjadi perhatian dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo yakni Pondok Pesantren Darul Karim di Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, dan Pondok Pesantren Nurul Quran di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo. Total kasus positif Covid-19 dari dua ponpes tersebut sebanyak 104 pada Jumat (23/4/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyampaikan dari total sebanyak 104 kasus positif Covid-19 terdiri dari 36 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di ponpes Darul Karim di Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah. Sedangkan, Pondok Pesantren Nurul Quran di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, mengalami penambahan sebanyak 68 kasus positif Covid-19.

"Perkembangan kasus di klaster Darul Karim dari 46 anggotanya sampai dengan hari ini menjadi 36 yang dinyatakan positif. Anggota dari Darul Karim semuanya masih dilakukan isolasi di kompleks Darul Karim. (Pihak ponpes) cukup kooperatif dan semoga ini tidak ada penambahan kasus dan segera bisa melanjutkan isolasi serta melanjutkan kegiatannya," kata Baning pada Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Usai Disuntik Vaksin Nusantara, Ini yang Dirasakan Eks Menkes Siti Fadilah

Lebih lanjut, upaya pemeriksaan kesehatan kepada santri maupun pengurus ponpes Nurul Quran juga telah dilakukan kepada 134 orang yang tercatat sebagai anggota dari ponpes Nurul Quran dari total sebanyak 160 orang yang menjadi bagian dari ponpes Nurul Quran.

"Sedangkan, untuk kelompok Nurul Quran itu dari 160 yang tercatat sebagai anggotanya telah dilakukan pemeriksaan kepada 134 orang dengan hasil 68 dinyatakan positif, 63 dinyatakan negatif, dan masih menunggu tiga lagi yang harus mengulang pemeriksaan dilaboratorium," ujar Baning.

Baning menerangkan, dari total 68 kasus positif Covid-19 di klaster ponpes Nurul Quran rata-rata berusia 10 sampai dengan 18 tahun. Sebanyak 68 orang tersebut saat ini sudah dikembalikan ke rumahnya masing-masing.

Baca juga: Belanja Online Diperkirakan Meningkat karena Masyarakat Dilarang Mudik

"Rata-rata kasus dari 68 anggota Nurul Quran ini berusia antara 10-18 tahun. Saat ini mereka sudah dikembalikan atau sudah kembali ke keluarganya masing-masing," kata Baning.

"Oleh karena itu, untuk anggota Nurul Quran yang sudah di rumah masing-masing akan dilanjutkan dengan pemantauan oleh gugus tugas desa setempat," sambung Baning.

Adapun, kasus positif Covid-19 yabg terjadi di klaster ponpes Nurul Quran mayoritas berasal dari wilayah kapanewon Kokap. "Ada beberapa satu dua yang berasal dari Purworejo, daerah Begelen dan satu dua wilayah Kulonprogo namun tidak terlalu banyak. Mayoritas itu berasal dari kompleks atau wilayah dari Nurul Quran tersebut," terang Baning.

Baning mengimbau agar orang tua mengawasi anaknya yang terpapar Covid-19 di klaster ponpes Nurul Quran. Jika terdapat keluhan, diharapkan segera melaporkan ke puskesmas terdekat.

"Kami imbau kepada keluarga yang anaknya itu dari Nurul Quran untuk selalu memantau apabila ada keluhan segera melapor ke puskesmas setempat. Lakukan pengawasan saat isolasi mandiri dilakukan agar tidak menular kepada keluarga ataupun lingkungan masing-masing," ujar Baning.

Sementara itu, perkembangan kasus Covid-19 Kamis (22/4/2021) di kabupaten Kulonprogo perlu juga mendapatkan perhatian serta antisipasi baik dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo dan masyarakat. Peningkatan kasus positif Covid-19 di Kulonprogo yaitu ada penambahan sebanyak 84 kasus baru sehingga total kasus positif menjadi 4.687 kasus positif Covid-19.

"Satu orang meninggal dunia. Total meninggal hingga hari ini adalah 90 orang. Masih ada 464 yang diisolasi, 37 di antaranya isolasi di rumah sakit sisanya isolasi mandiri," kata Baning.

"Dari 84 penambahan kasus baru, tiga berasal dari kelompok Darul Karim Lendah. Sebanyak 52 berasal dari kelompok Nurul Quran, Kokap, dan 29 merupakan suspek atau kontak erat," ungkap Baning.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo saat ini tengah fokus dalam melakukan penelusuran kontak erat dari kedua klaster penularan Covid-19 yang terjadi di dua pondok pesantren yang ada di Bumi Binangun.

"Saat melakukan upaya penelurusan kontak erat diharapkan bagi puskesmas yang bertugas juga senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Ini (adanya klaster pondok pesantren) artinya Covid-19 masih ada di sekitar kita. Terapkan selalu protokol pencegahan penularan Covid-19," ujar Sutedjo.