PAN DIY Dukung Pemulihan Ekonomi untuk Tekan Angka Kemiskinan

Pembagian paket sembako oleh Fraksi PAN & DPW PAN DIY di Halaman DPRD DIY, Sabtu (24/4/2021). - ist/pan diy.
25 April 2021 06:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Partai Amanat Nasional (PAN) DIY mendorong pemulihan ekonomi untuk menekan angka kemiskinan DIY yang mengalami peningkatan 0,52% akibat pandemi Covid-19. Melalui Fraksi di DPRD DIY, PAN juga mendukung program pemerintah daerah di 2022 yang diarahkan untuk memacu pemulihan ekonomi.

Ketua DPW PAN DIY Suharwanta menyatakan dengan adanya peningkatan angka kemiskinan maka semua pihak harus bergandengan tangan untuk bergegas berjuang menguranginya. Ia mendukung program Pemda DIY, terutama di 2022 mendatang yang diarahkan untuk memantik perekonomian.

BACA JUGA : Targetkan 11 Kursi, PAN DIY Ingin Kembali ke Kejayaan

“Kemiskinan DIY, ketika dua taun lalu sebelum Covid-19 angka kemiskinan 11,23% artinya memang sudah banyak penurunan. Tetapi ketika Covid-19 terjadi, sampai angka 12,80% ini pasti jadi tantangan, untuk bergegas kembali berjuang untuk mengurangi kemiskinan untuk memulihkan ekonomi kita. Sehingga 2022 banyak keberpihakan dari program pemerintah di DIY bisa memantik perekonomian segera bisa pulih kembali,” kata Suharwanta kepada wartawan di sela-sela pembagian sembako kepada kelompok duafa di DPRD DIY, Sabtu (24/4/2021).

Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DIY ini menambahkan PAN DIY berkomitmen dalam membantu mengatasi persoalan sosial termasuk kemiskinan dengan terjun secara langsung melalui program PAN Peduli. Program ini merupakan gabungan antara Pengurus DPW PAN DIY dan Fraksi PAN DPRD DIY yang membagikan sedikitnya 260 paket sembako untuk kaum duafa.

BACA JUGA : Setelah Hanafi Rais Mundur, Kini Ketua DPW PAN DIY

 “Ini merupakan bentuk kepedulian PAN kepada masyarakat yang butuh perhatian, menjadi komitmen kami untuk selalu memperjuangkan masyarakat kecil untuk disejahterakan. Maka kami memberikan santunan kepada anak yatim, warga dhuafa, ada buruh gendong, pengemudi ojol, PKL, difabel,” katanya.

Suharwanta menegaskan program internal itu sekaligus sebagai edukasi untuk menanamkan kepedulian kepada semua kadernya. Sehingga dalam memperjuangkan aspirasi kepentingan masyarakat di dalam diri kader selalu tertanam keberpihakan kepada masyarakat miskin.

“Ini hanya sebagai simbol saja, dalam keseharian PAN selalu peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu,” katanya.