Bhabinkamtibmas di Jogja Ikut Dikerahkan Pantau Pemudik

Pemudik tiba di Terminal Giwangan, Jumat (8/6/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
25 April 2021 21:17 WIB Yosef Leon Pinsker Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Polresta Jogja bakal melibatkan peran Bhabinkamtibmas yang bertugas di tingkat akar rumput dalam memantau pergerakan para pemudik di wilayah setempat. Hal ini menyusul adanya kebijakan pengetatan dari pemerintah terkait larangan mudik di masa Lebaran.

Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, secara umum peran dari Bhabinkamtibmas telah dilibatkan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dalam PPKM skala mikro, Bhabinkamtibmas bersama Satgas di tingkat RW berperan dalam melacak dan memantau pasien terkonfirmasi Covid-19 di wilayah penugasannya.

BACA JUGA: Menag Doakan Awak KRI Nanggala-402: Semoga Mereka Syuhada

"Sekarang kita sudah ada PPKM mikro, itu personel kita menjaga dari tingkat kelurahan dan RT maupun RW sudah ada. Jadi begitu ada orang positif itu Bhabinkamtibmas dan satgasnya sudah mulai kita cari dan isolasi. Itu sudah mulai berjalan dan akan kami optimalkan lagi nanti," kata Kapolresta, Minggu (25/4/2021).

Dia menambahkan, terkait dengan kebijakan larangan mudik pihaknya masih menunggu arahan dari Gubernur DIY. Pihaknya juga belum pasti akan melakukan penyekatan di wilayah kota atau tidak. Hanya saja, personel akan tetap disiagakan untuk mengawasi pelaksanan protokol kesehatan di sejumlah tempat wisata. "Kami ikuti perintah saja, tapi dari kami mulai tanggal 6 baru mulai penyekatan dan itu tergantung dari gubernur dulu seperti apa," ujarnya.

Pihaknya juga tidak mempermasalahkan bagi pemudik yang lebih dulu pulang kampung ke wilayah Jogja sebelum tanggal 6 Mei nanti. Sebab aturan yang tertuang menyatakan bahwa moda transportasi bakal disetop mulai tanggal 6 mendatang. "Setahu saya itu hanya pengetatan, jadi 22 sampai tanggal 5 itu diperketat, tapi modanya masih bisa jalan hanya suratnya diperketat, begitu pas di tanggal 6 tidak ada yang terbang dan bisa jalan lagi," katanya.

"Dan untuk wisatawan kami tidak bisa melarang karena dari gubernur juga demikian. Kami nanti hanya melaksanakan tugas saja untuk mengingatkan agar taat prokes. Silahkan saja yang penting saling menjaga," kata Purwadi.