Dinyatakan Gugur, Komandan KRI Nanggala-402 yang Tenggelam Adalah Almuni SMA Muhammadiyah 1 Jogja

Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat tengah bersandar di pelabuhan Indah Kiat di Merak, Banten. - Antara/Asep Fathulrahman
25 April 2021 21:37 WIB Yosef Leon Pinsker Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Insan kemiliteran dan masyarakat Indonesia secara umum berduka. Kapal selam KRI Nanggala-402 dilaporkan tenggelam dan ditemukan dalam kondisi terbelah menjadi tiga bagian berjarak kurang lebih 1.500 yard di arah Selatan pada kedalaman 838 meter. Sebanyak 53 personel KRI Nanggala-402 pun dinyatakan telah gugur.

Dari 53 awak KRI Nanggala-402, Letkol Laut Heri Oktavian adalah salah satunya. Dia didapuk sebagai komandan kapal. Sebelumnya, Heri lebih dulu menjabat sebagai Komandan Sekolah Awak Kapal Selam (Dansekasel) Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus), Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla) Kodiklatal selama kurang lebih satu tahun.

Ayah dua anak ini juga diketahui merupakan alumnus salah satu sekolah swasta di Jogja yakni SMA Muhammadiyah 1 (MUHI) Jogja tahun 1997. Hal ini dibenarkan oleh Wakil Kepala Bidang Humas SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Tri Hari Nurdi saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu (25/4/2021).

BACA JUGA: 53 Awak Nanggala-402 Dinyatakan Gugur, Panglima TNI: Prajurit Terbaik Hiu Kencana

"Iya benar, kami keluarga besar Muhammadiyah 1 Jogja terus berdoa dan berharap yang terbaik," jelas Tri Hari.

Saat ini semua pihak sekolah berharap agar seluruh awak kapal masih bisa ditemukan meski telah ditetapkan tenggelam. Sekolah juga mendoakan agar jenazah semua awak kapal bisa ditemukan dan bisa dipulangkan ke keluarga masing-masing.

"Semoga diberikan secercah harapan dan diberikan yang terbaik ya, karena saat ini kan statusnya masih pencarian di berita-berita yang kami lihat. Belum dapat kepastian, yang ditemukan hanya bongkahan-bongkahan," jelasnya.

Lebih lanjut dia menyatakan bahwa pihak sekolah juga merasa bangga karena ada salah satu alumnusnya yang dipercayai untuk menjadi seorang komandan kapal selam. Menurutnya hal itu adalah sebuah prestasi yang sangat berarti dan membanggakan bagi warga sekolah. Dia berharap Letkol Laut Heri dapat menjadi teladan bagi semua murid sekolah. Dia merupakan sosok teladan yang berjuang hingga akhir hayat dan gugur dalam tugas.

"Kami keluarga SMA MUHI sangat bangga dengan kiprah beliau yang pernah berproses dan belajar di sini. Kami dan alumnus terus berdoa dan berharap semoga ada secercah harapan," paparnya.

Secara pribadi, Tri Hari tidak mengetahui persis bagaimana kepribadian Letkol Laut Heri Oktavian dalam kesehariannya. Sebab, pihak sekolah baru mendengar kabar terkait musibah yang menimpa Heri Oktavian belum lama ini.

"Kalau detailnya bagaimana saat bersekolah saya pribadi belum paham karena ini juga baru beberapa hari terakhir. Kemarin ada alumni yang menemukan datanya dan kami cek di buku lulusan dan itu benar. Kami terus berdoa dan berdoa, semoga diberikan yang terbaik," jelasnya.