Dito Ariotedjo Ungkap Raja Arab Saudi Tawarkan Tambahan Kuota Haji
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka untuk jenjang SD dan SMP di KotaJogja akan dilakukan dua tahap, yaitu pada akhir April dan tahap dua akan dilaksanakan usai Lebaran.
"Akan ada 10 sekolah yang mengikuti kegiatan uji coba sekolah tatap muka, dimulai pekan ini dan nanti usai Lebaran," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Jogja, Senin (26/4/2021).
Menurut dia, seluruh sekolah di Kota Yogyakarta siap melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka karena seluruh sekolah sudah menjalani verifikasi untuk memastikan kesiapan sarana dan prasana protokol kesehatan. Verifikasi terhadap kesiapan sekolah dilakukan tiga kali, yaitu pada Januari, Maret dan April.
Hanya saja, lanjut dia, untuk saat ini baru dilakukan uji coba atau simulasi sebagai bagian dari kebutuhan evaluasi sebelum sekolah tatap muka dilakukan secara menyeluruh. "Harapannya, pada tahun ajaran baru nanti sudah bisa dilakukan. Apalagi seluruh guru pun sudah divaksin," katanya.
Pada tahap awal, kegiatan uji coba sekolah tatap muka diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah untuk jenjang SD dan SMP yang dilakukan pekan ini hingga 7 Mei.
Sebanyak 10 sekolah yang dilibatkan dalam kegiatan uji coba berdasarkan hasil verisikasi, adalah SD Margoyasan, SD Muhammadiyah Karangkajen, SD Lempuyangwangi, SD Tegalrejo 1, dan SD Serayu, serta SMP Negeri 1, SMP Negeri 7, SMP Negeri 8, SMP Negeri 9, dan SMP Negeri 15.
"Sebenarnya banyak yang mengajukan diri untuk melakukan uji coba sekolah tatap muka. Namun kami baru melakukannya di 10 SD dan SMP tersebut," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budhi Asrori.
BACA JUGA: Update Covid-19 di DIY 26 April 2021
Pada tahap pertama, kegiatan uji coba untuk SMP diikuti siswa kelas 7 dan 8, sedangkan untuk SD diikuti siswa kelas 4 dan 5. Seluruh siswa pun diminta membawa kelengkapan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan handsanitizer pribadi.
Siswa akan masuk tiga kali dalam satu pekan, dibagi berdasarkan siswa dengan nomor ganjil dan genap. Satu kelas maksimal diisi 12 anak dan siswa tidak dibagi dalam shift karena pergantian shift dinilai rentan terjadi kerumunan.
Mata pelajaran yang diajarkan adalah Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, agama, dan budi pekerti. Pembelajaran dilakukan maksimal 120 menit per hari.
Sementara itu, uji coba tahap dua akan dilakukan pada 20 Mei hingga 17 Juni. Dalam kegiatan tersebut akan diikuti seluruh siswa kelas 1-6 SD dan kelas 7-9 SMP. "Dimungkinkan juga ada penambahan sekolah yang melaksanakan uji coba, tergantung bagaimana hasil evaluasi pada tahap pertama," katanya.
Budhi mengatakan, tujuan utama dari kegiatan sekolah tatap muka bukan pada upaya pencapaian target pembelajaran sesuai kurikulum, namun lebih ditekankan untuk membiasakan siswa mengikuti pembelajaran dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
"Tujuan terbesarnya adalah membiasakan siswa untuk kembali berinteraksi sosial di sekolah sekaligus untuk pembentukan karakter anak," katanya.
Selama uji coba sekolah tatap muka, Budhi memastikan pembelajaran secara daring tetap dilakukan. "Izin dan persetujuan orang tua pun menjadi salah satu syarat dalam kegiatan tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15 mengikuti bursa Asia di tengah ketegangan geopolitik Iran-AS dan Ukraina-Rusia.