Begini Perkembangan Terbaru Zona Merah Covid-19 di Sleman

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
26 April 2021 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Upaya Dinkes Sleman untuk terus menurunkan penyebaran Covid-19 sedikit membuahkan hasil. Berdasarkan peta epidemologi Covid-19 per 24 April menunjukkan saat ini hanya lima kapanewon yang masuk zona merah. Meliputi Kapanewon Depok, Mlati, Kalasan, Prambanan dan Tempel. Sebanyak 11 kapanewon masuk zona oranye dan hanya kapanewon Godean yang berstatus zona kuning.

Padahal pada peta epidemologi Covid-19 per 20 April, 9 Kapanewon masuk zona merah masing-masing Kapanewon Gamping, Minggir, Depok, Prambanan, Kalasan dan Ngemplak. Selain itu, Kapanewon Sleman, Tempel dan Cangkringan juga termasuk zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, peta epidemologi Covid-19 sangat dinamis dan tergantung dari munculnya kasus baru di masing-masing kapanewon. Dibandingkan pekan lalu, kondisi saat ini cenderung membaik meskipun belum ada kapanewon yang masuk zona hijau. Namun setidaknya status Sleman mulai beranjak dari zona merah ke zona oranye.

BACA JUGA: Sepuluh SD dan SMP Kota Jogja Gelar Uji Coba PTM Akhir April

"Kasus di Sleman khususnya dan DIY pada umumnya masih fluktuatif tinggi sehingya kemungkinan terjadi penularan masih sangat besar kalau tidak ekstra hati-hati menerapkan protokol kesehatan," kata Joko, Senin (26/4/2021).

Untuk menghindari penularan, ia berharap agar masyarakat untuk sementara waktu tidak berkerumun untuk memutus mata rantai penyebaran virus. "Mohon hindari semua kegiatan sosial kemasyarakatan yang berpotensi kerumunan, termasuk kegiatan budaya maupun keagamaan dan terapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar," kata Joko.