Penumpang Sepi Akibat Larangan Mudik, PO Bus Pilih Istirahatkan Armada

Sejumlah penumpang akan menaiki bus di Terminal Jombor, Selasa (27/4). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
27 April 2021 18:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, MLATI--Sepinya arus mudik tahun ini dikeluhkan oleh sejumlah Perusahaan Otobus (PO). Di Terminal Jombor, PO memilih mengistirahatkan sebagian armada lantaran tidak mendapatkan penumpang yang cukup untuk menutup biaya operasional.

Agen PO Puspa Jaya dan Agra, Tri Asih, menjelaskan jika dibanding Ramadan 2020, tahun ini masih lebih banyak jumlah penumpangnya. “Kalau tahun lalu nggak ada sama sekali. Tahun ini dibanding kondisi normal turun sekitar 75 persen,” ujarnya, Selasa (27/4).

Meski demikian, karena masih tergolong sepi, PO tidak mengoperasikan sebagian armada. Ia mencontohkan di PO Agra dengan tujuan Jakarta, di Jogja terdapat sebanyak enam armada. Terkadang yang beroperasi hanya tiga armada. “Itu pun sampai sana belum tentu balik ke sini bawa penumpang,” katanya.

BACA JUGA : DIY Beri Diskon Tiket Wisata saat Pemberlakukan Larangan Mudik

Penurunan jumlah penumpang menuju Jakarta ia akui terjadi setelah adanya pengumuman pengetatan perjalanan antar daerah dan larangan mudik pada 20 April lalu. sebelum pengumuman tersebut, satu armada bisa mendapatkan setidaknya 20 penumpang. Namun setelah adanya pengetatan tersebut, satu armada hanya mendapat lima sampai 15 penumpang.

Mengikuti kebijakan nasional larangan mudik pada 6-16 Mei mendatang, maka PO Agra dengan tujuan Jakarta terakhir berangkat pada 5 Mei, sementara Puspa Jaya dengan tujuan Sumatera 4 mei. Setelah itu operasional berhenti sama sekali hingga dibuka kembali pada 18 Mei.

Selain masalah sepinya penumpang, PO sekarang juga harus bersaing dengan bus pariwisata yang beralih menjadi bus antar kota antar provinsi (AKAP). Tarif yang semula dinaikkan untuk mengakomodasi kapasitas maksimal 50%, sekarang harus diturunkan kembali.

BACA JUGA : Ketua Satgas Pastikan Tak Ada Perubahan Terkait Larangan Mudik

“Tarif memang lebih mahal. Untuk Sumatra sebelum pandemi Rp350.000-Rp400.000, kemudian naik menjadi Rp700.000. Sekarang turun lagi Rp400.000. Karena bersaing juga dengan bus parisiwata dengan tarif jauh lebih murah dari bus regular,” ungkapnya.

Operator Pengelola Terminal Jombor, Herman Jaya, mengatakan saat ini arus penumpang mudik memang ada, namun tidak banyak. Tujuan penumpang didominasi Palembang dan Jakarta. “Kemarin Putera Remaja ke Palembang tujuh armada full seat,” katanya.

Sementara untuk tujuan lokal seperti Semarang menurutnya masih sedikit, dimana satu armada biasanya hanya terisi empat sampai lima penumpang. Selama larangan mudik, Terminal Jombor akan tetap beroperasi khusus untuk Trans Jogja dan angkutan dalam kota.