Takjil Tewaskan Bocah, Polres Bantul Periksa 6 Saksi Termasuk Nama Sasaran Paket

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
28 April 2021 14:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Polres Bantul mendalami rekaman closed-circuit television camera (CCTV) di sejumlah lokasi terkait dengan kasus kematian Naba Faiz Prasetya, 9, usai menyantap takjil yang dibawa ayahnya Bandiman, 47, Minggu (25/4/2021).

“Kami masih dalami rekaman CCTV [lokasi yang didatangi Bandiman]. Selain itu, kami juga meminta keterangan dari saksi. Sejauh ini ada tambahan dua saksi [total ada 6] untuk kasus ini,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, Rabu (28/4/2021).

Pendalaman rekaman CCTV penting dilakukan untuk menguak siapa wanita yang menemui Bandiman, dan memesan jasa pengiriman paket makanan secara offline. Padahal, Bandiman adalah pengemudi ojek online.

Baca juga: Polisi Periksa Sejumlah Saksi & CCTV untuk Membongkar Kasus Takjil Beracun

Sementara untuk pemeriksaan saksi, Ngadi menyatakan jumlahnya bisa terus berkembang sesuai dengan kebutuhan penyidikan.

“Yang jelas jumlah saksi bisa berkembang terus. Untuk penerima [Tomi] kami sudah komunikasi secara lisan. Nanti teknisnya akan kami perdalam,” jelas Ngadi.

Selain itu, Ngadi menyatakan sampai saat ini, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang membuat Naba meninggal. “Kami belum mendapatkan tembusan, sejauh ini. Jadi kami masih menunggu saja,” ucap Ngadi.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri B mengatakan kasus kematian Naba saat ini diambil alih oleh Polres Bantul dari Polsek Sewon. Pengambilalihan kasus ini dengan sejumlah pertimbangan.

“Alasannya, kasus ini menonjol dan menyita perhatian publik," kata Kapolres.

Sebelumnya, Naba Faiz Prasetya dinyatakan meninggal dunia, Minggu (25/4/2021) setelah menyantap satai yang diduga beracun.

Sate tersebut diperoleh ayahnya, Bandiman, 47, yang merupakan ojek online dari wanita tak dikenal.