Endus Banyak Kejanggalan, JPW Minta Kasus Sate Beracun Diambil Alih Mabes Polri

Nani Aprilliani Nurjaman, pengirim sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, saat dihadirkan di hadapan awak media di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021). - Harian Jogja/Jumali
06 Mei 2021 13:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Jogja Police Watch (JPW) menilai banyak kejanggalan dalam penanganan kasus sate beracun. JPW meminta kasus ini diambil alih oleh Mabes Polri.

Kordiv Humas JPW Baharuddin Kamba mengungkapkan, kejanggalan pertama terlihat dari pekerjaann TomY. Polisi menyebut pekerjaan Tomy adalah ASN dan tidak menyebut pekerjaan Tomy sebagai Polri. Padahal, Tomy tercatat bertugas sebagai penyidik di Polresta Jogja.

BACA JUGA: Polisi yang Diincar Perempuan Pengirim Sate Beracun Ternyata Penyidik Satreskrim Polresta Jogja

"Yang kedua, pemeriksaan Tomy tak dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan [BAP]. Ini akan jadi cacat hukum dan hanya dianggap sebagai obrolan biasa," kata Kamba, Kamis (6/5/2021).

Kejanggalan berikutnya terlihat saat konferensi pers pelaku kasus sate beracun. Polisi tidak memberikan waktu untuk Nani Aprilliani Nurjaman yang ditetapkan sebagai tersangka berbicara kepada awak media. Padahal, di beberapa kasus lainnya, Polres Bantul memberikan kesempatan untuk tersangka berbicara kepada awak media.

"Selain itu, penasihat hukum tersangka juga belum dipublikasikan," kata Kamba.

BACA JUGA: Tragedi Cinta & Sate Beracun: Nani & Tomy Ternyata Sudah Menikah Siri

Menurut dia, munculnya banyak kejanggalan akan berdampak kepada penurunan kepercayaan publik terhadap kepolisian.

"Selain itu juga berdampak pada lambannya penuntasan kasus tersebut. Oleh karena itu, kami mendorong kasus ini diambil alih oleh Mabes Polri," ucap dia.