Takut Divaksin, Ratusan Pedagang Pasar di Sleman Tak Hadiri Vaksinasi Covid-19

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
06 Mei 2021 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Vaksinasi Covid-19 untuk para pedagang pasar tradisional mulai digelar, Kamis (6/5/2021). Untuk tahap awal Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan vaksin Covid-19 untuk pedagang pasar Gentan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan dari target sebanyak 300 pedagang yang menerima vaksin hanya sekitar 50% pedagang yang bersedia divaksin. "Hanya 157 pedagang Pasar Gentan yang divaksin hari ini [kemarin]," katanya kepada HarianJogja.com, Kamis (6/5/2021).

Joko menduga, banyaknya pedagang yang tidak mengikuti program vaksinasi dikarenakan masih khawatir dengan vaksin yang diberikan. Apalagi pemberian vaksin dilakukan saat puasa Ramadan. "Ternyata masih banyak juga yang takut, apalagi di bulan puasa. Tentu kami akan terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi agar pedagang tidak khawatir dengan pemberian vaksin Covid-19," katanya.

BACA JUGA: Pelarangan Mudik Benar-Benar Diberlakukan, Puluhan Mobil di Sleman Terpaksa Putar Balik

Sosialisai dan edukasi akan digencarkan kepada para pedagang pasar agar program vaksinasi kepasa para pedagang pasar dapat berjalan baik. Apalagi setelah pemberian dosis pertama untuk pedagang Pasar Gentan, Dinkes akan melanjutkan pemberian vaksin kepada pedagang pasar di Sambilegi, Maguwoharjo, Kapanewon Depok.

"Di Sambilegi targetnya ada 250 pedagang pada Sabtu (8/5/2021). Mudah-mudahan setelah edukasi dan sosialisasi dilakukan, para pedagang pasar tidak takut lagi," harapnya.

Dijelaskan Joko, para pedagang pasar menjadi salah satu sasaran vaksin karena mereka termasuk pelayan publik. Baik Pasar Gentan maupun Sambilegi dijadikan pasar pencontohan vaksinasi karena kedua pasar tersebut berprestasi secara nasional dalam hal kebersihan. "Setelah lebaran, program vaksinasi juga akan menyasar pasar-pasar lainnya," kata Joko.

Pemberian vaksin Covid-19 bagi pedagang pasar ini, lanjut Joko, tidak menghentikan pemberian vaksin bagi lansia. Dinkes tetap berpedoman jika kuota vaksin yang ada 60% untuk lansia dan 40% untuk pelayan publik. "Nah setelah pedagang pasar tradisional, kami akan memikirkan vaksinasi bagi pedagang di pusat perbelanjaan dan mal," katanya.

Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi mengatakan dari sekitar 14.000 pedagang di 36 pasar tradisional di Sleman yang mendaftar untuk program vaksinasi baru sekitar 8.000 pedagang. "Mereka belum terdaftar karena memang keterbatasan kemampuan. Maka solusinya, nanti ada pendamping atau petugas yang mendaftarkan pedagang lewat HP nya. Jadi di HP nya bisa mendaftar lebih dari satu orang," jelasnya.