Advertisement

Muncul Klaster Masjid di Pundong Bantul, 20 Jemaah Positif Covid-19

Jumali
Jum'at, 07 Mei 2021 - 12:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Muncul Klaster Masjid di Pundong Bantul, 20 Jemaah Positif Covid-19 Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL - Klaster baru kembali muncul di Bantul. Kali ini muncul klaster masjid di Padukuhan Candi, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong. Total telah ada 20 orang dinyatakan positif Covid-19 dari klaster ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, klaster ini muncul pada 21 April lalu. Saat itu, S salah satu jemaah mengalami gejala Covid-19 dan memeriksakan diri ke rumah sakit. Setelah dicek, hasilnya positif. Sedangkan keluarga S, yakni istri, ibu, dan tiga anaknya, menjalani pemeriksaan rapid tes antigen pada 22 April.

"Hasil rapid tes positif. Setelah itu dilanjutkan dengan swab PCR. Hasil swab PCR dari tiga anaknya ada dua yang positif dan satunya negatif," kata pria yang akrab dipanggil Oki ini, Jumat (7/5/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Kemudian ada satu jemaah Masjid di Padukuhan Candi yang melakukan pemeriksaan GeNose. Dari pemeriksaan GeNose itu, hasilnya menyatakan yang bersangkutan positif. Sementara ada jemaah lain yang menjalani swab PCR dan hasilnya positif.

Dari temuan tersebut, kemudian dilakukan tracing terhadap jemaah masjid. Ada 9 orang kontak erat. Tracing terus ditingkatkan hingga didapatkan puluhan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Masjid tersebut.

Baca juga: Tetap Tegakkan Protokol Kesehatan di Hari Raya

"Sampai saat ini ada 20 orang positif. Empat yang bergejala, sisanya tanpa gejala. Mereka saat ini menjalani isolasi di selter dan yang bergejala di RSLKC," ucap Oki.

Oki memerkirakan jumlah orang yang terpapar klaster masjid ini akan terus meningkat. Sebab, sampai kini masih dilakukan tracing. "Ada 15 orang yang masih harus diswab PCR," ucap Oki.

Terpisah Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan akan meningkatkan pengetatan pengawasan. Termasuk memaksimalkan Satgas ditingkat kalurahan dan aparat kepolisian serta TNI untuk mengawasi kerumunan dan perkembangan Covid-19.

Advertisement

"Untuk zona merah dan orange kami melarang adanya salat idulfitro berjamaah. Jika ada masjid menyelenggarakan salat idulfitri di zona merah dan orange pasti akan kami tegur," ucap Halim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Kamis, 6 Oktober 2022

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 08:57 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement