350 Relawan dan Tagana Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Lewat Program Gandeng Gendong

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan DIY, Asri Basir (kedua dari kiri) memberikan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam acara Launching Program Gandeng Gendong Bagi Relawan Dapur Sehat Covid-19 dan Tagana Kota Jogja di Ruang Bima, Kompleks Balai Kota Jogja, Jumat (7/5/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
08 Mei 2021 08:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Sebanyak 350 relawan dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Kota Jogja menjadi peserta BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan melalui program Gandeng Gendong. Dari total peserta di atas, 300 berasal dari relawan Dapur Sehat Covid-19 dan 50 merupakan anggota Tagana.

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja, Maryustion Tonang mengatakan angsuran kepesertaan berasal dari bantuan beberapa perusahaan. Hal ini merupakan bentuk konkret dari semangat Gandeng Gendong dengan unsur 5K (Kota, Kampung, Komunitas, Kampus, dan Korporasi).

"Beberapa perusahaan yang ada di Kota Jogja secara ikhlas membantu, berempati dan berkontribusi terhadap kotanya," kata Maryustion dalam acara Launching Program Gandeng Gendong Bagi Relawan Dapur Sehat Covid-19 dan Tagana Kota Jogja di Ruang Bima, Kompleks Balai Kota Jogja, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Evaluasi Program Pembangunan Berbasis Masyarakat Jitu Cegah Korupsi Plus Menghemat Anggaran Negara

Bagi relawan yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, mereka akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Relawan dapur sehat berperan menjaga masyarakat agar tetap mendapat asupan makanan bergizi selama pandemi. Termasuk untuk masyarakat yang isolasi mandiri, relawan inilah yang berperan besar. Begitupun dengan Tagana, mereka membantu berbagai hal dalam penanganan Covid-19, termasuk distribusi logistik dan lainnya.

"Regulasinya [kepesertaan relawan] di BPJS Ketenagakerjaan selama enam bulan ke depan," kata Maryustion.

Menurut Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan DIY, Asri Basir, kepesertaan 350 relawan ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dalam memberikan jaminan kepada pekerjanya. Selain relawan tersebut, masih ada 30.000 pekerja rentan di Jogja yang berpotensi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga: Bill Gates Bagi Harta Gono-Gini, Melinda Gates Jadi Miliarder Baru Dunia

"Terdiri dari guru Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini, pekerja Pasar Tradisional, Usaha Kecil Menengah, pekerja swasta, pengemudi becak, andong dan lainnya," kata Asri. "Untuk potensi 30.000 peserta, yang pasti kami meminta dukungan dari Pemkot Jogja."

Sepanjang 2020, Pemerintah Daerah DIY telah membayarkan iuran untuk 44.000 peserta dengan nilai RP380 miliar. "Untuk dana BPJS Ketenagakerjaan, iuran se-Indonesia kurang lebih Rp500 triliun," kata Asri.

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, program pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya melindungi para relawan tetap terlindungi saat melakukan pekerjaannya. "Mereka (relawan dapur sehat dan Tagana) merupakan garda paling depan dalam hadapi dan mencegah supaya dampak [pandemi] tidak meluas," kata Heroe.