Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Sejumlah petugas gabungan menghentikan dan memeriksa kendaraan di Pospam Tempel, Kamis (6/5/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku masih ada pemudik yang lolos masuk DIY. Para pemudik selanjutnya akan di-screening di RT dan RW.
“Sebenarnya kami [penyekatan] sudah maksimal, tetapi manusiawi kalau masih ada [pemudik] yang bisa lolos,” kata Ni Made, Sabtu (8/5/2021).
BACA JUGA: Ada-ada Saja! Pemudik Ini Coba Kelabuhi Petugas dengan Kendarai Mobil Test Drive
Ni Made berharap pemudik yang lolos masuk sampai ke desa dan kampung baik karena kelengahan petugas maupun karena lewat jalur tikus bisa di-screening oleh satuan tugas tingkat kalurahan, sampai RT dan RW, “Nanti harapannya ada lapis lagi di wilayah tempat yang dikunjungi oleh aparat setempat, perlu kerja sama semua pihak,” ujar Ni Made.
Perempuan yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY ini meminta satgas kalurahan sampai RT dan RW melakukan screening kepada pemudik untuk melakukan isolasi mandiri selama lima hari di rumah. Jika tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah, satgas mencarikan tempat isolasi.
Menurut dia, masyarakat sebenarnya tidak harus takut dengan petugas penyekatan yang menjaga perbatasan. Penyekatan dilakukan semata-mata menghambat penularan Covid-19.
“Bukan tak boleh mudik, hanya menunda sampai situasi dan kondisi kondusif,” ucap Ni Made.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan DIY, Bagas Senoadji, juga mengatakan petugas lapangan mempunyai keterbatasan tenaga dan pikiran dalam penyekatan dan masyarakat memanfaatkan peluang tersebut. “Tapi, prinsip penyekatan tahun ini lebih ketat dan lebih banyak titik lokasi penyekatan di bandng tahun lalu,” ujar Bagas
BACA JUGA: Pemkab Sleman Belum Putuskan Larangan Mudik Lokal Wilayah Aglomerasi
Bagas mengatakan terjadi peningkatan kendaraan yang masuk maupun ke luar DIY. Total kendaraan yang masuk di hari pertama penyekatan sebanyak 90.164 kendaraan dan yang keluar 94.200 kendaraan. Sementara dalam penyekatan di hari kedua terjadi peningkatan kendaraan yang masuk sebanyak 110.624 kendaraan dan kendaraan yang keluar 111.119 kendaraan.
Jumlah kendaraan yang masuk dan keluar tersebut baru terhitung di empat titik penghitungan kendaraan, yakni di Pos Gamping Sleman, Prambanan Sleman, Denggung Sleman, dan Piyungan Gunungkidul.
Sementara jumlah penumpang yang datang di terminal, stasiun, dan bandara di hari pertama penyekatan atau hari pertama larangan mudik sebanyak 2.104 orang dan penumpang yang berangkat 2.736 orang. Sementaa di hari kedua penyekatan jumlah penumpang datang1.930 orang dan yang berangkat 2.335 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.