Advertisement

Jalan Alternatif di Perbatasan DIY Jadi Jalur Lolosnya Pemudik

Abdul Hamied Razak
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:37 WIB
Bhekti Suryani
Jalan Alternatif di Perbatasan DIY Jadi Jalur Lolosnya Pemudik rnPetugas memaksa kendaraan yang diduga pemudik untuk putar balik di Posko Pemantauan di Prambanan, Sleman, Jumat (7/5/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Penyekatan kendaraan pemudik di jalur-jalur utama cukup membuahkan hasil. Ratusan kendaraan yang terindikasi pemudik berhasil dihalau masuk wilayah Sleman. Meskipun begitu, beberapa jalur alternatif masih saja bisa ditembus mobil-mobil plat luar daerah.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, petugas fokus melakukan penjagaan di titik pengecekan Prambanan. Petugas memeriksa satu per satu kendaraan yang terindikasi membawa pemudik. Namun demikian, di beberapa titik penghubung lainnya dibiarkan tanpa penjagaan.

Salah satunya, di simpang empat Jalan Stasiun Brambanan dan Manisrenggo, Klaten. Di titik ini, yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari pintu masuk Jogja, untuk menghindari penyekatan kendaraan plat luar daerah dari arah Solo cukup leluasa belok ke kanan (Manisrenggo) maupun ke kiri (Stasiun Brambanan).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Ini yang Terjadi Jika Kamu Tidak Update Kebijakan Baru WhatsApp

Dari dua ruas jalan ini, dijadikan celah bagi pemudik untuk melewati jalur alternatif. Mereka melewati jalur-jalur kampung menuju Jalan Cangkringan maupun Jalan Prambanan-Piyungan. Tidak hanya itu, di gapura perbatasan DIY-Jawa Tengah, sebagian kendaraan plat luar daerah juga dengan mudah belok ke arah kiri menuju Jalan Bendo hingga tembus ke Jalan Prambanan-Piyungan. Selain akses jalan mudah, tidak ada penjagaan petugas di jalur-jalur tersebut.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Arip Pramana menjelaskan selain di jalur utama baik di Tempel maupun Prambanan, Dishub Sleman juga melakukan pemantauan di sejumlah jalur tikus yang diindikasi dilewati kendaraan pemudik. Meski sudah dilakukan patroli, katanya, jalur alternatif masih terlihat sepi dibandingkan jalur utama.

"Ya kendaraan yang melewati jalur alternatif cenderung sepi. Kalaupun ada kendaraan yang lewat kebanyakan plat AB, AD dan AA," katanya, Sabtu (9/5/2021).

Untuk menjaga jalur-jalur alternatif selama 24 jam, pihaknya hanya memiliki 61 personel. Artinya, untuk pemantauan pemudik wilayah aglomerasi maupun di jalur penghubung kabupaten/kota di DIY, cenderung kekurangan personel.

Apa yang dilakukan oleh para petugas, kata Arip, memang tidak menjamin pemudik bisa lolos dari penyekatan. Jika ada pemudik yang dapat menembus ke rumah tujuan, maka Dishub bekerjasama dengan Satgas di tingkat kalurahan dan padukuhan untuk mendata pemudik yang datang. "Kalau mereka datang, mereka wajib menjalani karantina selama lima hari dan biaya ditanggung sendiri," katanya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Kamis, 6 Oktober 2022

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 08:57 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement