Sempat Terhenti karena Kehabisan Duit, Ransum untuk Pasien Covid-19 Kembali Dianggarkan

Ilustrasi. - Freepik
10 Mei 2021 08:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO – Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja kembali salurkan bantuan permakanan atau ransum untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Sebelumnya, bantuan ini sempat berhenti lantaran habisnya anggaran.

Menurut Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja, Maryustion Tonang, saat ini ada tren kenaikan jumlah pasien di shelter pasien Covid-19 di Tegalrejo. Hal ini juga berpengaruh terhadap jumlah pasien yang lakukan isoman. 

BACA JUGA : Anggaran Ludes, Pemkot Jogja Stop Bantuan Makanan untuk

“Berdampak langsung atau berbanding lurus dengan kenaikan [pasien] yang melakukan isoman. Satu keluarga katakanlah empat orang, yang positif satu, [sehingga] yang tiga [lainnya perlu lakukan] isoman. Dari sisi logistik permakanan itu kami sediakan untuk empat orang,” kata Maryustion, Jumat (7/5/2021).

Adapun nilai dari bantuan permakanan untuk isoman berjumlah Rp600 juta. Dana ini merupakan hasil dari refocusing beberapa titik anggaran lain. Maryustion berharap dana ini bisa cukup sampai nantinya ada perubahan anggaran.

Sementara untuk makanan isoman masih bersumber dari kelompok kuliner yang tergabung dalam program Gandeng Gendong. Satu pasien isoman akan mendapatkan tiga kali makan selama rata-rata sepuluh hari. Satu makanan senilai Rp20.000 dengan menu yang berbeda-beda.

“Program Gandeng Gendong [untuk permakanan isoman] dibayarkan setelah layanan selama isoman selesai, rata-rata sepuluh hari,” kata Maryustion.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Alihkan Anggaran Makan Pasien Covid-19

“Itu ada kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh teman-teman kelurahan seperti tanda penerima dan lainnya. Sehinga tidak bisa [setiap] hari beri uang, itu tidak. Itu yang dipandang oleh sebagian orang lambat, tapi mekanismenya gitu.”

Pola pembayaran Gandeng Gendong permakanan isoman ini berbeda dengan Gandeng Gendong menggunakan sistem Nglarisi. Pembayaran makanan pada sistem Nglarisi yang biasanya untuk acara rapat bisa dibayarkan hari itu juga, dengan asumsi nilai pesanan di bawah Rp500.000. Untuk pesanan makanan di atas Rp500.000 pembayaran satu hari kemudian.

Sebelumnya, bantuan permakanan untuk isoman sempat terhenti beberapa waktu lantaran habis. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, meskipun anggaran permakanan untuk isoman saat itu habis, namun anggaran makanan pasien selter masih ada.

Salah satu penyebabnya karena jumlah pasien di selter tidak sesuai dugaan, atau cenderung lebih sedikit. Data per hari Minggu (9/5) pagi, pasien di selter Tegalrejo sebanyak 17 orang. Sementara pasien isoman lebih dari 300 orang.

BACA JUGA : Data Terbaru Covid-19 di Kulonprogo 14 April 2021

“Kemarin disamakan anggaran antara [bantuan makanan pasien] shelter dan non shelter. Ternyata [pasien] selter enggak banyak,” kata Heroe.

Menurut Heroe, pemindahan ini hanya terkait administrasi saja. Bukan sesuatu yang rumit. Sama dengan anggaran permakanan isoman, anggaran untuk selter juga Rp600 juta.