DPRD DIY Desak Agar Satgas Desa Difasilitasi GeNose

GeNose C19 adalah alat pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada dan sudah mendapatkan Izin Edar dari Kementerian Kesehatan. / KEMENTERIAN BUMN
10 Mei 2021 20:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Eko Suwanto meminta Pemda DIY bersama pemerintah kabupaten kota memfasilitasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat kapanewon dan kalurahan berupa alat tes Covid-19, minimal GeNose.

Eko mengatakan, satgas tingkat kalurahan dan kecamatan selama ini menjadi ujung tombak pengawasan pemudik, bahkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga dipersempt sampai tingkat kalurahan dan RT/RW dalam mengendalikan penularan Covid-19.

“Sudah seharusnya Satgas desa dan kecamatan memiliki alat GeNose. Kebutuhan anggaran kalau dihitung paling sekitar Rp27 miliar,” kata Eko, di Kompleks Kepatihan, Senin (10/5/2021).

Menurut dia, Pemda DIY sudah melakukan refocusing anggaran dalam APBD 2021 sebesar 8%. Pemerintah kabupaten dan kota juga sudah melakukan hal yang sama untuk penanganan Covid-19 baik dalam bidang kesehatan maupun penanganan ekonomi.

Selama ini tes Covid-19 dilakukan secara acak atau ketika ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 kemudian melakukan tracing dan itu dilakukan Satgas tingkat kabupaten. “Sekarang yang punya alat tes hanya puskesmas,” ujar Eko.

Namun demikian, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berujar fasilitasi pemeriksaan tes Covid-19 melalui GeNose tidak dilakukan pada semua warga, melainkan wara yang tidak mampu atau kepada para pemudik yang tiba di kampung halaman karena lolos dari pencegatan petugas.