Kreativitas Perempuan Jaga Ketahanan Keluarga Saat Pandemi Covid-19

Dari kiri ke kanan. Tri Kirana Muslidatun, Munaryati, moderator, Emi Masruroh dan Diah Purwanti dalam talkshow online Peran Dasawisma Lahirkan Usaha saat Pandemi, Selasa (11/5/2021). - Harian Jogja
11 Mei 2021 16:27 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kaum perempuan menunjukkan tajinya di masa pandemi Covid-19. Saat semua aktivitas terpukul, perempuan bangkit bahkan berkreasi untuk menyelamatkan kehidupan keluarga.

Hal itu terungkap dalam talkshow online Peran Dasawisma Lahirkan Usaha saat Pandemi yang digelar Harian Jogja bekerja sama dengan Bank BPD DIY, Selasa (11/5/2021).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantul Emi Masruroh mengatakan ibu-ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Bantul memiliki potensi luar biasa. PKK telah aktif sejak dahulu dan memiliki jaringan hingga tingkat dasawisma, dengan kegiatan sosial, kesehatan hingga kesejahteraan keluarga.

"Mereka melakukan kegiatan bersama dengan sesama perempuan di Bantul, tidak ada motivasi mendapat uang, benar-benar ikhlas melakukan gerakan sosial untuk masyarakat daerah Bantul. Namun setelah pandemi semua kegiatan dihentikan, suami kena PHK. Para perempuan ini tidak mau diam saja, mereka jadi makin kreatif, jadi jualan, seadanya, ada yang tadinya gak bisa masak, jadi masak, agar keluarganya bisa makan, karena makan aja susah," katanya.

Ada yang membuat makanan untuk dijual secara online. Bahkan, mereka membuat semacam gerakan pasar online, barang yang sederhana yang kecil mereka rela jualbelikan untuk mencukupi kebutuhan keluarga agar bertahan hidup. Di sini, peran PKK Bantul membantu salah satunya dengan memberi informasi tentang modal. Emi mengapresiasi perempuan yang dengan uang sedikit bisa membuat usaha tanpa gengsi.

Hal serupa juga terjadi di Gunungkidul. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul, Diah Purwanti mengatakan di masa pandemi ini justru perempuan yang aktif. Dampak pandemi membuat suami kena PHK, lalu perempuan bangkit. "Mereka belajar memasak, yang tadinya gak mau memasak jadi mau memasak, ada yang membuat kerajinan, berkebun lalu dijual online. Ini faktor yang mendesak sekali," katanya.

Pengurus PKK labupaten, katanya, membantu memberi pelatihan dan bimbingan-bimbingan. Para perempuan dibantu membuat makanan olahan atau kerajinan untuk membantu kebutuhan dalam keluarga.

Pemimpin Bank BPD DIY Cabang Bantul Munaryati pun mengapresiasi kaum perempuan yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19, dengan memberikan produk kredit PEDE (Pemberdayaan Ekonomi Daerah). "Kredit ini, ditujukan untuk para pengusaha pemula yang relatif masih baru karena terdampak Covid-19. Banyak yang gulung tikar, kena PHK, diharapkan usaha tersebut dapat tingkatkan. Yang masak, jual online, agar berkembang bisa mengakses kredit ini," katanya.

Program PEDE disalurkan untuk masyarakat yang tergabung dalam kelompok, misalnya kelompok dawis, kelompok PKH, kelompok wanita tani. Kredit ini ringan, dengan plafon maksimal Rp2,5 juta, jangka waktu maksimal 1 tahun  dengan suku bunga rendah, 3% efektif setahun. Jadi, dari pinjaman Rp2,5 juta bunganya hanya Rp50.000. Ia berharap kredit ini jadi solusi bagi pengusaha pemula yang akan mengembangkan usahanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun menambahkan pendapatan masyarakat Kota Jogja dari UMKM mencapai 80% dari makanan dan 20% pengrajin. Menurunnya kegiatan pariwisata membuat usaha sektor ini menurun. Namun, ia terus mendorong masyarakat untuk tetap semangat.

"Ada kebutuhan tambahan kebutuhan saat pandemi, yaitu masker, untuk hidup. Karenanya saya mengajak ayo yang jualan offline ayo jualan online, kami sambungkan dengan yang jualan online," katanya.

Guna mendukung usaha kecil tersebut, beragam upaya dilakukan Pemkot Jogja, di antaranya bekerja sama dengan platform jualan online, meluncurkan program Gandeng Gendong hingga membuat kerjasama dengan hotel agar memberikan pendampingan pada UMKM makanan supaya membuat produk yang higienis, enak dan aman.