Pemda DIY Gencar Kampanyekan 5M

Kepala Diskominfo DIY, Rony Primanto Hadi (kedua dari kanan) dan salah satu pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Herry Zudianto (kanan) menjadi narasumber dalam Talkshow Online: Lebaran Tetap Sehat dan Aman di Griya Harian Jogja, Selasa (11 - 5).
13 Mei 2021 07:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pemda DIY gencar mengampanyekan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Kampanye untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 itu dilakukan dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam perayaan Idulfitri saat ini.

“Kami sedang berusaha memutus mata rantai penularan Covid-19 lewat berbagai macam hal, antara lain tidak mudik, dan melaksanakan 5M,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hadi, dalam Talkshow Online: Lebaran Tetap Sehat dan Aman di Griya Harian Jogja, Selasa (11/5).

Banyak hal sudah dilakukan pemerintah, salah satunya adalah promosi 5M, termasuk larangan mudik yang dikhawatirkan dapat menularkan kepada orang tua dan orang lain. Demikian juga vaksinasi Covid-19 juga sedang genacar dilakukan.

“Jangan sampai usaha-usaha yang sudah dilakukan dan pengorbanan yang sudah dilakukan, tenaga kesehatan yang berjuang sia-sia,” ujar Rony.

Promosi 5M juga dilakukan secara langsung atau melalui berbagai kanal yang dimiliki Pemda DIY, bahkan menggandeng influencer media sosial.  Meski ada larangan mudik, namun pemerintah tidak menutup objek wisata yang ada dengan harapan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor wisata juga tidak mati asalkan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

Ajakan Berwisata

Herry Zudianto, salah satu pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY mendukung program pemerintah dalam rangka pengurangan penularan Covid-19. Namun dia sedikit mengkritisi terkait ajakan berwisata. 

Menurut Herry, mobilisasi masyarakat apapun bentuknya seharusnya dibatasi kecuali ada keperluan mendesak. “Sebaiknya enggak usah mobilisasi, apapun alasannya,” kata dia.

Muhammadiyah, kata dia, sudah mengeluarkan edaran dari Pimpinan Pusat terkait dengan pengurangan mobilisasi, salah satunya soal imbauan takbir yang sebaiknya tidak dilakukan dengan berkeliling. Begitu pula dengan Salat Id.

Mantan wali kota Jogja ini mengatakan saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi. Vaksinasi Covid-19 juga belum sampai 70% dari total jumlah penduduk DIY sehingga masih rawan penularan, bahkan yang sduah divaksin dua kali seperti dirinya juga masih bisa terpapar Covid-19. “Vaksin bukan untuk menangkal Covid-19 melainkan mengurangi dampak sakit yang dirasakan, tetapi potensi menularkan cukup tinggi,” ucap dia.

Selain Rony Primanto Hadi dan Herry Zudianto, narasumber dalam talkshow tersebut juga ada Muhammad Dzaky Fadlurrahman sebagai sekretaris Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah 1 Jogja dan Febriana Claudya Erensia sebagai vokalis grup band asal Jogja, Olski. (Ujang Hasanudin)