Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran, Pemda DIY Tambah 30% Tempat Tidur di RS

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, saat ditemui wartawwan di kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (5/1/2021)-Harian Jogja - Lugas Subarkah
17 Mei 2021 19:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY menambah kapasitas bed atau tempat tidur khusus pasien Covid-19 sebanyak 30% dari total kapasitas yang ada sebanyak 905 tepat tidur.

Penambahan kapasitas bed tersebut untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19 pasca-liburan Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah.

“Intinya rumah sakit rujukan [khusus pasien Covid-19] di DIY sudah siap apabila ada lonjakan kasus, sesuai arahan dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan untuk menyiapakan tambahan tempat tidur seperti bulan Januari kemarin, sekitar 30%,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, saat dihubungi Senin (17/5/2021).

Sementara itu total bed di rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19 saat ini masih tersedia cukup banyak. Ketersediaan tempat tidur saat ini untuk bed critical sebanyak 139 tempat tidur dan yang terisi 67 tempat tidur per 17 Mei 2021. Sementara ketersediaan bed non-critical pada hari dan tanggal yang sama tersedia 802 tempat tidur dan yang terpakai 349 tempat tidur.

BACA JUGA: Presiden Sebut Hasil TWK Tidak Bisa Jadi Dasar Pemberhentian Novel Baswedan CS

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan Dinas Kesehatan DIY dan kabupaten kota sudah melakukan perencanaan menghadapi lonjakan kasus pasca-liburan Idulfitri ini. “Tempat tidur di rumah sakit rujukan tersedia 905 temat tidur siap memberikan pelayanan pasien yang terkonfirmasi oleh Covid-19,” kata Pembajun.

Sampai sekarang Bed Occupancy Rate atau BOR atau keterisian tempat tidur di DIY termasuk mengalami penurunan. Dari 905 tempat tidur yang ada di sejumlah sumah sakit rujukan keterisian tidak sampai 50%. “Dalam keterisian tak sampai 50% yang harus diwaspadai di ruang ICU yang cukup tinggi atau critical kita harus jaga agar BOR tidak tinggi atau naik tinggi,” ucap Pembajun

“Antisipasi kita lakukan semua rumah sakit rujukan yang saat ini ada beberapa tempat tidur yang dimanfaatkan kondisi lain, kita minta siap siaga tempat tidur lain harus siaga selama seminggu sampai dua minggu untuk antisipasi [lonjakan kasus]. Pelayanan Covid-19 harus dijaga,” sambung Pembajun.

Dia memastikan 27 rumah sakit rujukan siap buka tempat, buka ruangan, menambah tempat tidur ketika mengalami lonjakan kasus Covid-19. Namun Pembajun berharap tidak terjadi lonjakan kasus pasca-libur lebaran ini.