Ratusan PKL di Malioboro Bakal Segera Dipindahkan

Sejumlah pekerja memasang lantai konblok pada sentra UKM di bekas lahan eks Bioskop Indra di Jalan Malioboro, Jogja, Jumat (15/11/2019). - Harian Jogja - Desi Suryanto
18 Mei 2021 19:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY berencana memindahkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang bertebaran di Malioboro ke sentra PKL di lahan bekas Bioskop Indra.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan tahun ini Pemda DIY bersama dengan Pemerintah Kota Jogja berencana untuk memindahkan PKL di Malioboro ke sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke gedung sentra PKL yang kini berdiri di lahan eks Bioskop Indra.

“Dinas UMKM bersama-sama dengan pemerintah kota baru mendata UMKM yang masuk ke sana [eks Bioskop Indra]. Peruntukannya UMKM, tapi pedagang Malioboro juga menjadi prioritas,” kata Baskara Aji, Selasa (18/5/2021).

Baskara Aji mengatakan saat ini masih dikaji komposisi PKL Malioboro yang akan dipindah ke sentra UMKM. Apakah dagangan sejenis, dagangan bermacam-macam. Nantinya, relokasi PKL Malioboro akan dilakukan secara bertahap. Nanti yang menentukan adalah Dinas Koperasi UKM dan Pemkot Jogja.

BACA JUGA: Berdiri di Batu Karang, Wisatawan Jogja Terseret Ombak Pantai Siung

Disinggung soal eks Hotel Mutiara, mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini berujar pemanfaatan eks Bioskop Indra dan eks Hotel Mutiara sama-sama untuk sentra UMKM. UMKM yang bisa masuk ke eks Bioskop Indra maupun eks Hotel Mutiara bisa UMKM dari luar Malioboro dan juga bisa dari PKL Malioboro, “Tapi diutamakan PKL Malioboro,” kata dia.

Siapa saja PKL Malioboro yang bisa menempati dua sentra UMKM tersebut, Aji mengaku masih mengaturnya dengan Dinas Koperasi dan UKM serta Pemkot Jogja, “Pengaturannya nanti [PKL Malioboro bagian] selatan bisa ke eks Bioskop Indra, yang tengah ke [eks Hotel] Mutiara itu baru ditata Dinkop dan Pemkot,” ujar Baskara Aji.

Saat ini pemanfaatan eks Hotel Mutiara baru dalam tahap Detail Engineering Design (DED). Sementara pembangunan atau penataan fisiknya baru akan dilakukan pada awal 2022 nanti sehingga akhir 2022 diharapkan sudah bisa terisi oleh UMKM.