17 Hari Ditahan, Nani Sate Beracun Tak Pernah Dijenguk Keluarga

Nani Aprilliani Nurjaman, 25, tersangka kasus sate beracun-Harian Jogja - Jumali
18 Mei 2021 06:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Tujuh belas hari sudah Nani Aprilliani Nurjaman, 25, tersangka kasus satai beracun dititipkan di sel tahanan Polsek Bantul.

Namun, hingga saat ini, tidak ada keluarga yang datang ataupun mengirimkan makanan dan pakaian kepada perempuan asal Majalengka tersebut.

"Sampai saat ini belum ada keluarga yang datang. Begitu juga makanan, serta pakaian juga tidak ada kiriman untuknya. Bahkan, baju [celana] yang dipakainya dibelikan oleh penyidik Polres Bantul," kata Kapolsek Bantul Kompol B Ayom Yuswandono saat ditemui di Mapolsek Bantul, Senin (17/5/2021).

BACA JUGA : Kisah Cinta & Sate Beracun di Bantul: Bungkus Sate

Padahal, kata Ayom, sejatinya pihaknya memperbolehkan keluarga tahanan untuk menjenguk dan menitipkan makanan yang nantinya akan diberikan petugas kepada tahanan.

Hanya saja, untuk jenguk tahanan, Polsek Bantul memastikan keluarga tidak bisa bertemu dengan orang yang ditahan.  "Pertimbangannya, karena masa pandemi," jelas Ayom.

Menurut Ayom, sejak dititipkan di Mapolsek yang dipimpinnya pada 1 Mei 2021, penjagaan dan pengawasan intensif untuk Nani telah dilakukan. Selain memasifkan pengawasan terhadap Nani yang tinggal satu sel dengan Kusrini, pelaku pembunuhan bos wajan di Banguntapan, polsek juga memaksimalkan tiga polwan untuk mendampingi Nani.

BACA JUGA : Dosen UGM: Aiptu Tomy Bisa Jadi Saksi Kunci Kasus Sate

"Kami berikan pendampingan psikologis terhadap dia [Nani]. Karena kondisinya memang labil. Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Ayom.

Sebagaimana diketahui, Nani ditangkap oleh petugas dari Polres Bantul pada 30 April 2021 jam 23.00 WIB di rumahnya, Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan. Nani ditetapkan sebagai tersangka setelah mengirimkan satai beracun kepada salah satu penyidik Polresta Jogja, Tomi, yang beralamat di Villa Bukit Asri, Kasihan, Bantul.

Satai dikirimkan lewat jasa ojek online yang dipesan secara offline. Namun, satai itu justru merenggut jiwa Naba, 10, yang merupakan anak dari Bandiman, driver ojek online yang bertugas mengantar makanan ke ruman Tomi.