Advertisement

Petani Gunungkidul Sedot Air Kali untuk Selamatkan Lahan Pertanian

David Kurniawan
Selasa, 18 Mei 2021 - 14:47 WIB
Budi Cahyana
Petani Gunungkidul Sedot Air Kali untuk Selamatkan Lahan Pertanian Talip, salah seorang petani di Kalurahan Kampung, Ngawen mengulurkan selang berisi air dari penyedotan di sungai untuk mengairi lahan padi yang mulai mengering saat kemarau, Selasa (18/5/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Musim kemarau mulai memberikan dampak di sektor pertanian. Petani di Gunungkidul terpaksa menyedot air di sungai agar tanaman yang dipelihara tidak mati mengering.

Penyedotan bisa dilihat di Kalurahan Kampung, Kapewon Ngawen, Selasa (18/5/2021). Mesin-mesin pompa dipasang di pinggir kali dan disambungkan dengan selang yang menjulur ke sawah milik warga.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: CPNS dan PPPK 2021 Dibuka 31 Mei, Begini Cara Daftarnya...

Salah seorang petani, Talip, mengatakan sudah hampir satu setengah bulan hujan tidak lagi turun. Kondisi ini berdampak terhadap padi yang ditanamnya karena terancam kekeringan karena pasokan air yang kurang.

“Tanahnya sudah mulai merekah. Usia padi baru sekitar dua bulan sehingga belum bisa dipanen,” katanya, Selasa.

Menurut dia, apabila kondisi ini terus dibiarkan, tanaman padi akan mati. Ia pun memanfaatkan air sungai untuk mempertahankan agar tanaman padi bisa hidup hingga masa panen tiba.

Penyedotan air kali ini membuat Talip harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli bahan bakar minyak menghidupkan mesin disel. Dalam sekali pengairan, dia membutuhkan pertalite sekitar enam liter. “Ya mau bagaimana lagi, daripada padi yang saya tanam mati. Lebih baik mengeluarkan uang tambahan agar padi tetap hidup hingga bisa dipanen,” katanya.

BACA JUGA: Tarif Parkir Nuthuk, Dua Jukir Nakal di Jogja Dicokok Polisi

Advertisement

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Mardi, petani di Dusun Kampung Kidul, Kampung, Kapanewon Ngawen. Menurut dia, menyedot air kali untuk mengairi sawah merupakan hal yang lumrah pada saat musim kemarau. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar tanaman padi dapat tumbuh dengan subur. “Hampir setiap tahun ada kegiatan menyedot air kali untuk pengairan di sawah,” katanya.

Mardi mengungkapkan penyedotan dilakukan hampir seluruh petani yang ada juga memanfaatkannya. Para petani harus berebut air karena debit di sungai juga sudah menurun.

“Dalam sehari bisa ada enam pompa yang beroperasi. Tentuanya akan berpengaruh terhadap debit air yang ada. Untuk mengairi lagi terkadang harus menunggu waktu selama empat sampai satu minggu agar air kali kembali terisi,” katanya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Korban Kecelakaan Bus di Magetan, Jatim akan Dimakamkan di Semarang

News
| Senin, 05 Desember 2022, 05:47 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement