Pasca-Lebaran, Penumpang di Bandara YIA Melonjak

Suasana bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (1/5/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
18 Mei 2021 18:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Jumlah penumpang di bandara Yogyakarta International Airport (YIA) meeningkat signifikan pasca-dibukanya kembali layanan transportasi udara di bandara yang berada di pesisir pantai selatan ini. Total penumpang yang datang maupun berangkat dari bandara YIA menembus sekitar 6.000 orang.

Pelaksana Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan pasca-larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah Pusat pada periode 6 sampai dengan 17 Mei 2021 angka penumpang di bandara YIA meningkat jika dibandingkan angka rata-rata harian.

"Berdasarkan catatan dari PT Angkasa Pura (AP) I angka kedatangan penumpang di bandara YIA sebanyak 3.449. Sedangkan, untuk angka keberangkatan sebanyak 3.576 orang. Artinya, ada pergerakan penumpang sekitar 7.000 orang pada Selasa (18/5/2021)," kata Agus Pandu pada Selasa (18/5/2021).

BACA JUGA: Berdiri di Batu Karang, Wisatawan Jogja Terseret Ombak Pantai Siung

Lebih lanjut, terminal keberangkatan bandara YIA didominasi oleh penumpang yang ingin pergi ke daerah Jabodetabek. Bandara Soekarno-Hatta masih menjadi primadona dengan menduduki bandara yang sering dituju oleh penumpang pasca larangan mudik.

"Selain ke wilayah Jabodetabek, penumpang juga menyasar sejumlah destinasi seperti Ujung Pandang, Balikpapan, Samarinda, Pekan Baru, Batam, Palangkaraya, Bali, Medan. Sedangkan, kedatangan didominasi dari wilayah Jabodetabek. Total penerbangan sebanyak 60," kata Agus Pandu.

Pasca larangan mudik lebaran yang berlaku sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, penumpang yang berangkat maupun tiba di bandara YIA wajib mengantongi surat bebas Covid-19 berupa hasil negatif Genose dan swab antigen.

"Saya kira penumpang sudah mengetahui tentang persyaratan perjalanan udara, bahwa untuk hari ini mulai tanggal 18 hingga 24 Kita menggunakan persyaratan 1x24 jam untuk negatif Covid-19 baik swab antigen maupun GeNose," kata Agus Pandu.

Sampai dengan tanggal 24 Mei nanti, diprediksikan sebanyak 6.000 penumpang datang maupun berangkat dari YIA. Artinya, angka tersebut naik dari jumlah rata-rata harian keberangkatan maupun kedatangan di bandara YIA selama pandemi Covid-19 yakni sebanyak 1.5000.

"Prediksi sampai tanggal 24 kelihatannya ramai. Saya kira akan ada di 6000 penumpang lah. Artinya akan lebih ramai daripada hari biasanya. Layanan GeNose ada, tetap kita layani kemudian swab antigen juga kita buka sejak pagi. Jadi, bagi penumpang yang ingin melaksanakan layanan tersebut bisa datang lebih awal supaya tidak terburu-buru," kata Agus Pandu.

Salah satu penumpang di bandara YIA yang berasal dari Lampung bernama Nucita Yolanda, 23, mengatakan kondisi bandara di Bandara Radin Inten II juga sudah ramai. Tidak seramai saat ia transit di Jakarta maupun setibanya di bandara YIA.

"Untuk syarat juga masih sama yakni swab antigen maupun GeNose yang berlaku 1 kali 24 jam. Gak susah sih prosesnya. Di bandara YIA juga sekarang kan menyediakan fasilitas tes GeNose," kata Nucita.