Advertisement

Ketar-ketir Ada Lonjakan Kasus, Gunungkidul Maksimalkan Ruang Perawatan

David Kurniawan
Rabu, 19 Mei 2021 - 04:27 WIB
Sunartono
Ketar-ketir Ada Lonjakan Kasus, Gunungkidul Maksimalkan Ruang Perawatan Ilustrasi. - REUTERS/Rahel Patrasso

Advertisement

Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Kesehatan Gunungkidul masih berharap-harap cemas terhadap kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 pasca libur lebaran. Meski demikian, sudah ada upaya antisipasi dengan memaksimalkan kapasitas ruang perawatan di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, dampak dari libur lebaran belum kelihatan sampai sekarang. Meski demikian, ia berharap tidak ada lonjakan kasus seperti yang terjadi usai libur di akhir tahun ini. “Kami masih khawatir efek dari libur lebaran. Pengalaman di libur awal tahun membuat kasus penularan melonjak,” kata Dewi, Selasa (18/5/2021).

BACA JUGA : Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran, Pemda DIY Tambah 30% Tempat Tidur di RS

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Menurut dia, dampak dari libur lebaran terhadap penularan virus corona akan terlihat dalam rentang waktu dua minggu ke depan. Meski demikian, upaya antisipasi sudah dilakukan sejak sebelum libur berlangsung. Salah satunya, dengan memanfaatkan peta zonasi kerawanan Covid-19 di tingkat RT.

“Sudah ada ketentuan bahwa RT yang masuk zona oranye dan merah tidak boleh menggelar kegiatan sosial apapun termasuk pembukaan destinasi wisata,” ungkapnya.

Selain itu, upaya antisipasi juga dilakukan dengan koordinasi dengan seluruh rumah sakit di Gunungkidul. Pertemuan ini untuk memastikan kesediaan untuk menambah ruangan perawatan apabila ada lonjakan kasus corona.

BACA JUGA : Antisipasi Lonjakan Kasus Covid Pasca-libur Lebaran, Begini Skenario Pemkab Sleman

Menurut Dewi, secara total ada 109 ruang perawatan pasien corona di seluruh rumah sakit Gunungkidul. Meski demikian, sambung Dewi, adanya tren penurunan kasus membuat kapasitasnya dikurangi menjadi 90 kamar tidur.

“Kami turunkan karena yang dirawat di rumah sakit hanya 25%. Tapi, kalau ada lonjakan akan dikembalikan ke kondisi awal. Kalau perlu akan menambah kamar lagi,” katanya.

Advertisement

Ditambahkannya, antisipasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan ruang perawatan. Namun juga menyangkut masalah obat-obatan hingga alat pelindung diri bagi petugas medis.

BACA JUGA : Sultan: Lonjakan Covid-19 Pasca-Lebaran Baru Diketahui Awal Juni

“Sudah dipersiapkan juga. Malahan, untuk RSUD juga berencana menambah ventilator guna membantu pernapasan pasien,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Orang Ini Ngaku Bisa Bikin BBM dari Sampah, Solar Dijual Rp7.000, Premium Rp10.000

News
| Rabu, 28 September 2022, 16:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement