Meski Ada Penyekatan, Pemudik di Bantul Meningkat 60% Dibanding Tahun Lalu

Petugas memeriksa kendaraan bernopol Jakarta dalam operasi penyekatan larangan mudik di Pos Wirobrajan, Kota Jogja, Minggu (9/5/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
22 Mei 2021 03:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Posko penyekatan pemudik resmi dibubarkan Dinas Perhubungan Bantul. Dari hasil evaluasi jumlah pemudik melonjak 60 persen dari tahun 2020.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Aris Suharyanta pada Jumat (21/5/2021) menegaskan terjadi lonjakan pemudik cukup tinggi di lebaran 2021. Total 1548 kendaraan roda empat dan 86 kendaraan diperiksa di tiga posko penyekatan yang berada di Srandakan, Sedayu, dan Piyungan. Sebanyak 68 kendaraan roda empat dan 17 kendaraan roda dua diminta putar balik saat arus mudik karena tidak mengantongi surat-surat persyaratan.

"Saat kita lakukan penyekatan arus balik di lokasi yang sama didukung Polres Bantul ada 675 kendaraan roda empat diputar balik 66 kendaran Sementara untuk roda dua diputar balik satu kendaraan," tuturnya.

Baca juga: Tak Hanya Pemerintahan, Kantor Non-pemerintahan di Sleman Kumandangkan Indonesia Raya Setiap Hari

Dari data tersebut Aris melihat penyekatan yang dilakukan masih ditemui kebocoran atau pemudik yang lolos di posko penyekatan wilayah lain. Pasalnya Aris menilai letak Bantul yang berada di ring kedua dan ketiga harusnya tak banyak pemudik yang lolos dari posko penyekatan perbatasan provinsi.

Banyaknya pemudik yang lolos meningkatkan tren mudik di tahun ini. "Dari tren pemudik banyak peningkatan dibanding tahun lalu. Kira-kira peningkatan 60 persen pun ada," tandasnya.

Baca juga: Kapolresta Jogja Khawatir Timbul Klaster Covid-19 di Demo Bela Palestina

"Karena tahun kemarin mungkin pandemi masih baru sehingga masyarakat masih ketakutan. Sehingga tahun ini karena sudah ada yang vaksin keberanian itu muncul, akibatnya banyak yang mudik lebaran," tegasnya.

Menurut Aris salah satu hal yang perlu dievaluasi yakni penguatan pengetatan pemudik di Posko Penyekatan perbatasan provinsi. "Jadi terbukti kita lakukan di sini masih banyak yang lolos dalam arti pemudik masuk Bantul yang enggak bisa menunjukan swab. Kalau bisa menunjukan swab enggak masalah, tapi ini enggak bisa," pungkasnya.