UMKM Perempuan Solo Dapat Bantuan Alat Jahit dari BI, Ini Harapan Wawali Astrid
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Belakangan ini kematian akibat Covid-19 di Sleman meningkat. Tak hanya itu, Pemkab mengakui menemui sejumlah keanehan pada pasien Covid-19. Antara lain pasien Covid-19 yang bergejala ringan tiba-tiba meninggal dunia.
Pemkab Sleman mencatat, terhitung sejak Lebaran 13 Mei hingga 10 hari terakhir total 38 warga Sleman yang meninggal dunia akibat Covid-19.
Rinciannya, pada 13 Mei sebanyak 0 kasus, 14 Mei (10 kasus), 15 Mei (4 kasus), 16 Mei (4 kasus), 17 Mei (4 kasus), 18 Mei (2 kasus), 19 Mei (4 kasus), 20 Mei (3 kasus), 21 Mei (3 kasus) dan 22 Mei (6 kasus) total 38 kasus kematian dalam 10 hari terakhir.
Data kematian ini berbeda dengan data Satgas Covid DIY yang mencatat kasus kematian di Sleman sejak 13 Mei hingga 23 Mei sebanyak 44 kasus. Namun demikian rata-rata kasus kematian warga Sleman didominasi para lansia.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Terjadi Saat Ultramarathon di China, 21 Pelari Tewas
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo selain didominasi para lansia kasus kematian terjadi setelah pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit. "Setelah kelihatan sembuh, dirawat di rumah justru meninggal dunia. Ada juga pasien yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Kelihatannya sehat tapi justru akhirnya meninggal," kata Joko, Sabtu (23/5/2021).
Munculnya peningkatan kasus kematian yang terjadi di Sleman mendorong Pemkab setempat mengambil tindakan.
Joko menyatakan sesuai saran dari epidemiolog FKKMK UGM, Dinkes mengambil sejumlah langkah. "Kami akan melakukan audit kematian Covid-19, untuk mencari faktor risiko kematian secara detail, kemudian dilakukan upaya mitigasi," tegas Joko.
Untuk kajian sementara yang dilakukan Dinkes Sleman, lanjut Joko, kasus kematian terjadi karena pasien Covid-19 baru dibawa ke RS sudah dalam kondisi kritis. Selain itu, lanjut Joko, beberapa pasien awalnya terdiagnosis positif dengan gejala ringan tetapi pada akhirnya meninggal dunia.
"Artinya antara muncul gejala ringan sampai meninggal dunia prosesnya sangat cepat, tidak melalui fase sedang dan berat dulu. Ini beberapa kasus yang kami temukan," katanya.
Terakhir, lanjut Joko, Aplikasi Sistem Rujukan (SISRUTE) maupun SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) dalam kenyataannya masih mengalami hambatan atau kendala. "Pasien kondisi berat tidak langsung mendapatkan fasilitas isolasi kritikal dengan cepat," tandas Joko.
Sebelumnya, epidemiolog UGM Riris Andono Ahmad menanggapi presentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia, termasuk di Sleman yang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Dia mendesak agar pemerintah perlu melakukan evaluasi manajemen pengendalian pandemi terutama terhadap kasus kematian akibat Covid-19 di Tanah Air. "Perlu evaluasi case manajemen, bottle necknya ada dimana?," kata Riris Andono Ahmad.
Dia berharap evaluasi yang dilakukan dapat diketahui faktor mana saja yang berkontribusi besar terhadap angka kematian agar dapat dilakukan perbaikan secara efektif terhadap faktor penyumbang penyebab kematian akibat Covid-19. "Penyebab pasti kematian akibat Covid-19 tidak bisa diketahui tanpa adanya audit kematian," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Maudy Ayunda meminta maaf setelah dikritik tone deaf dan mengakui kemampuan menjauh dari berita adalah sebuah privilege.
Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa dan disorot AP, Reuters, serta AFP. Enam meninggal, 108 selamat, 129 masih dicari.
Spalletti mengakui Juventus kehilangan keseimbangan saat kalah 2-3 dari Sassuolo dan menyoroti pertahanan serta performa Kolo Muani.
Harga emas Pegadaian hari ini, 14 September 2026, untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Gempa M5,2 mengguncang tenggara Kabupaten Malang, Senin pagi. BMKG menyebut gempa berkedalaman 10 km dan tak berpotensi tsunami.