Pembayaran Tiket Nontunai di Objek Wisata Bantul Masih Minim

QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021). - Harian Jogja/Jumali\\r\\n
24 Mei 2021 15:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul akan memasang papan petunjuk elektronik tentang pembayaran retribusi nontunai di sejumlah tempat pemungutan tetribusi (TPR) objek wisata di wilayahnya.

Pemasangan papan petunjuk ini adalah upaya sosialisasi pembayaran tiket nontunai di objek wisata yang ada di Bumi Projotamansari.

BACA JUGA: Viral Disebut Terlibat Tabrak Lari, Ini Respons Roy Suryo

"Rencana dalam waktu dekat. Jadi nanti sebelum memasuki TPR, para pengunjung bisa langsung melihat papan tersebut. Diharapkan mereka yang memiliki e-banking bisa langsung memanfaatkan pembayaran nontunai," kata Sekretaris Dispar Bantul Annihayah di sela-sela kunjungan DPRD Jawa Tengah di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul, Senin (24/5/2021).

Menurut Annihayah, meski Bantul telah meluncurkan pembayaran non-tunai QUAT (QIRS Ultimate Automated Transactions) pada Senin (10/5) lalu, belum banyak pengunjung yang menggunakan transaksi cashless ini.

Sejauh ini baru 50 pengunjung yang menggunakan pembayaran nontunai ini. Padahal, pada Minggu (23/5/2021) ada sebanyak 17.530 pengunjung di Pantai Parangtritis.

Annihayah mengungkapkan untuk mengakses layanan ini pengunjung sejatinya tinggal mengandalkan ponsel pintar, dan men-tab barcode bank ke aplikasi QUAT yang terpasang di TPR.

Meski berasal dari BPD DIY, aplikasi ini bisa digunakan untuk semua bank. Penerapan transaksi ini diharapkan akan mampu mempercepat pelayanan dan mencegah penularan Covid-19.

"Ini yang harus kami pecahkan. Kami akan masifkan sosialisasi pembayaran retribusi nontunai ini. Harapannya, dengan ditempatkannya papan pengumuman elektronik ini, pengunjung mulai beralih dari pembayaran tunai ke nontunai," papar Annihayah.

Annihayah menyatakan Komisi B DPRD Jawa Tengah mengunjungi Bantul untuk belajar bagaimana membangkitkan pariwisata yang sempat terhantam pandemi Covid-19. Mereka menilai pariwisata di Bantul bisa bangkit meski sempat terpuruk karena pandemi.

"Sementara di Jawa Tengah, cukup sulit untuk bangkit. Untuk itu kami jelaskan kepada mereka, jika kami menerapkan protokol kesehatan yang keta kepada pengunjung. Langkah ini sesuai dengan pedoman berwisata yang aman dan sehat saat pandemi," ucap Annihayah.

BACA JUGA: Dituding Kerap Pansos oleh Elite PDIP, Ini Jawaban Ganjar Pranowo

Imam Teguh Purnomo, anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, mengatakan sejak dihantam pandemi Covid-19, pariwisata di Jawa Tengah susah untuk bangkit. Selain itu, meski memiliki banyak objek wisata pantai, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kesusahan untuk mengembangkan dan menarik wisatawan.

"Di Bantul ini, kami melihat semua bisa berjalan dengan baik. Bahkan, di sini pemberdayaan masyarakat di sekitar objek wisata pantai bisa dimaksimalkan. Ini yang akan kami contoh nantinya," kata politisi Golkar ini.