Irit Waktu dan Tenaga, Nyemprot Tanaman Pertanian Lebih Efisien Pakai Drone

Tim Frogs Indonesia menerbangkan drone Sekaragri, di lahan padi seluas satu hektar di Padukuhan Sorogenen II, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Selasa (25/5/2021) - Harian Jogja/Lugas Subarkah
25 Mei 2021 13:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, KALASAN-Mendukung pengembangan teknologi pertanian, Frogs Indonesia menggelar demo penyemprotan pupuk cair berbahan organik menggunakan drone bernama Drone Sekaragri, di lahan padi seluas satu hektare di Padukuhan Sorogenen II, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Selasa (25/5/2021).

Account Executive Frogs Indonesia, Filardi Ayun, menjelaskan unit yang digunakan adalah Drone Sekaragri dengan kapasitas 10 liter, dengan satu baterai mampu terbang 12-15 menit. “Biasanya untuk satu hektare cukup dengan 10 liter. Satu hari dapat menyemprot 10 hektare,” ujarnya.

Frogs Indonesia merupakan produsen drone, yang salah satu produknya adalah Sekaragri, yakni drone sprayer untuk keperluan penyemprotan berbagai macam cairan dalam pertanian. Sekaragri mulai dikembangkan sejak 2019 silam dan sudah diujicobakan ke sejumlah lahan pertanian.

“Kalau di Jogja kami sudah banyak demo. Terakhir kami kerja sama dengan Bupati Sleman dalam acara Panen Raya Petani Milenial Kemarin. Untuk komoditasnya selain padi, kami pernah ke jagung, tebu, kentang, semangka dan melon,” ungkapnya.

Ia melihat saat ini kebutuhan akan pekerja semakin berkurang. Dalam pertanian, jika memakai tenaga kerja manusia dalam sehari penuh hanya mampu mengerjakan maksimal 1-2 hektar. Sementara dengan drone, dalam satu hari penuh dapat menyelesaikan penyemprotan 10 hektare.

Baca juga: Puluhan Warga Kembangan Kutu Bambanglipuro Positif Covid-19, Ini Sumber Penularannya

Melalui teknologi ini pula, Frogs Indonesia juga ingin menarik minat generasi muda pada industri pertanian. “Ini adalah karya anak bangsa. Kami semua anak muda di Frogs Indonesia, dari berbagai jurusan dan daerah. Kami ingin Indonesia punya produk sendiri tidak kalah dari produk luar,” katanya.

Satu unit drone Sekaragri dijual Rp80 juta, jika full set dengan aksesoris dan baterai Rp100 juta. Selain penjualan, Frogs Indonesia juga memberi jasa penyemprotan dengan tarif Rp300.000 per hektar. Karena harga yang tidak murah khususnya untuk petani, ia berharap dapat bekerjasama dengan pemerintah desa untuk dapat memfasilitasi kelompok tani di wilayahnya.

Dukuh Sorogenen II, Sepi Budi Hartono, mengatakan pihaknya siap mendukung aplikasi drone Sekaragri untuk pertanian di wilayahnya. “Karena ini kelihatannya tidak banyak mengeluarkan tenaga, dan juga bisa lebih merata. Lebih efisien daripada penyemprotan manual,” ungkapnya.

Ia menuturkan di Padukuhan Sorogenen II terdapat satu kelompok tani, yakni Mekarsari, dengan jumlah 25 anggota, yang mengerjakan 11 hektar lahan. Komoditas yang ditanam paling banyak padi dan palawija berupa kacang tanah.