Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Sampai saat ini, di Sleman belum ditemukan bukti kuat adanya varian baru covid-19.
Kepala Laboratorium Mikro Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Titik Nuryastuti, mengatakan pihaknya masih dalam proses pencarian. “Belum ada. Saat ini masih dikerjakan Whole Genome Sequencing,” katanya, Kamis (27/5/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menuturkan untuk melanjutkan pemeriksaan genome, dilakukan di dua laboratorium yang ditunjuk oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kesehatan, yakni FKKMK UGM dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP)
“Kalau yang masuk ke lab UGM itu pasti sudah disiapkan spesimennya, ini untuk periksa PCR biasa kemudian selanjutnya untuk memeriksa genomnya. Lab yang ditunjuk itu harus menyampaikannya ke Litbangkes dan secara periodik dilaporkan. Seperti kasus di Cilacap itukan laporan periodic,” katanya.
Baca juga: Klaster Baru Bermunculan di Sleman, Ratusan Warga Jalani Skrining Masal
Meski belum terbukti, kecurigaan sudah masuknya varian baru covid-19 di Sleman sudah ada. Hal ini melihat pada sembilan kasus positif yang meninggal dengan cepat meski gejalanya ringan.
“Ya cenderung ke arah sana [varian baru] karena tidak biasa tidak, seperti covid-covid sebelumnya dimana perlu waktu [sebelum meninggal] dan kadang-kadang menyelesaikan isolasi itu sembuh,” ujarnya.
Sembilan orang ini akta dia, memang sebagian besar merupakan lansia dan memiliki penyakit komorbid. Semuanya juga bukan merupakan pelaku perjalanan, sehingga kemungkinan mereka terpapar virus dari kontak dengan pelaku perjalanan. Meski masih bersifat dugaan, kemungkinan terdekat jika memang itu merupakan varian baru adalah varian India atau B1617.
“Kita agak sulit untuk mengatakanya, tapi yang lebih dekat dari kita kan yang varian India itu 1617 ya. Tapi sekali lagi ini hanya dugaan kami saja, tidak bisa memastikan dan tidak bisa meyakinkan bahwa ini adalah varian baru. Cuma saya mengamati gejalanya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mengusulkan BMKG, Badan Geologi, dan BNPB disatukan dalam satu payung untuk memperkuat koordinasi bencana.
Wamenko Pangan Hanif Faisol menegaskan penyaringan SPPG tanpa SLHS terus berjalan. BGN sebelumnya menghentikan sementara 1.999 dapur MBG.
Sebanyak 7.363 KPM bansos Sleman masuk data klarifikasi. Sejumlah rekening terdeteksi transaksi judi online dan pinjaman online.
Pertamina Patra Niaga mengambil alih SPBU yang melanggar penyaluran BBM subsidi melalui skema kerja sama operasi atau KSO.
DPUPKP Kota Jogja mengembangkan Si SIGAP untuk digitalisasi arsip proyek agar lebih mudah ditelusuri, dipantau, dan digunakan.