Klaster Baru Bermunculan di Sleman, Ratusan Warga Jalani Skrining Masal

Ilustrasi. - Freepik
27 Mei 2021 16:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 304 warga RT 01 dan Rt 02 Dusun Nglempong, Padukuhan Ngemplak II, Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak, menjalani skrining masal pada Kamis (27/5/2021), menyusul temuan 12 kasus positif covid-19. Dusun Nglempong pun memberlakukan lockdown sampai hasil skrining keluar.

Kepala Dukuh Ngemplak II, Bambang Wardono, menjelaskan klaster di Nglempong berawal dari kemunculan dua kasus pada Rabu (19/5/2021) lalu, yang kemudian disusul kasus lainnya baik melalui periksa mandiri maupun tracing, hingga saat ini totalnya terdapat 12 kasus positif.

12 kasus ini terdiri dari lima rumah di dua RT. Dua diantaranya menjalani karantina sementara lainnya isolasi mandiri di rumah. Menindaklanjuti temuan ini, seluruh warga yang berjumlah 304 orang di RT 01 dan RT 02 menjalani rapid antigen pada Kamis (27/5/2021). Dari tes ini, sebanyak 79 warga dinyatakan reaktif dan akan menjalani tes PCR.

Baca juga: 54 Kasus Mutasi Corona Ditemukan di Indonesia

Sementara menunggu hasil PCR, Dusun Nglempong menerapkan lockdown bagi seluruh warganya. “Sebelum hasil swab keluar, kami anggap warga terpapar semua. Jadi jangan sampai warga yang merasa sehat tapi kita tidak tahu membawa virus sampai menyebar keluar. Untuk yang bekerja sudah kami buatkan surat rekomendasi untuk libur. Sampai hasil swab keluar,” ungkapnya.

Adapun untuk warga yang merupakan pekerja harian, dari Satgas Padukuhan kata dia, sudah mengupayakan ketersediaan logistik. “Sudah mengupayakan. Ya seadanya, karena untuk isolasi mandiri dari pemerintah tidak ada. Dari Kalurahan ada, cukup untuk kebutuhan pokok,” katanya.

Di Ngemplak selain Dusun Nglempong, klaster juga muncul di Dusun Dalem, kalurahan Widodomartani. Panewu Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih, menuturkan hingga saat ini, tercatat sembilan kasus positif di dusun tersebut. “Hari ini dilakukan skrining masal juga,” ujarnya.

Baca juga: Terapi Covid-19 di India Pakai Kotoran Sapi hingga Obat Guru Yoga

Kemunculan klaster ini diawali dengan penemuan dua kasus positif, satu diantaranya meninggal pada 8 mei lalu. meski demikian, ia tidak bisa memastikan jika dua kasus pertama ini merupakan sumber klaster, pasalnya mobilitas masyarakat cukup tinggi, ditambah aktivitas lebaran yang meningkatkan interaksi antar warga.

Lurah Widodomartani, Heruyono, mengatakan skrining dilakukan dua kali, yakni pada Sabtu (22/5/2021) kepada sebanyak 75 orang di RT 01 dan RT 02, kemudian Kamis (27/5/2021) kepada 108 orang di RT 03 dan RT 04. Kepada semua warga yang hasil tesnya reaktif diwajibkan untuk isolasi mandiri sembari menunggu hasil PCR.

“Kami koordinasi dengan satgas Covid-19 Kapanewon dan puskesmas untuk selalu memantau dan mendampingi jalannya pemeriksaan. Kalau isolasi yang positif mendapat jadup [jatah hidup] juga dari kelurahan tapi ala kadarnya, yang penting bantuan. Dusun tidak lockdown, soalnya belum tahu hasil benarnya seperti apa. Kami tidak bisa melockdown dengan hanya dasar reaktif saja,” ujarnya.