Platform JSS Dimaksimalkan untuk Mendorong UKM Go Digital

Digital ilustrasi / Freepik
30 Mei 2021 08:57 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Pemkot Jogja berupaya menggenjot program digitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ditargetkan bakal tuntas pada tahun depan. Aplikasi terpadu Jogja Smart Service (JSS) bakal dijadikan sebagai ujung tombak dalam merealisasikan program itu.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto menuturkan, selama ini JSS sejatinya sudah memberikan segudang fasilitas bagi para pelaku UKM. Hanya saja, masih dibutuhkan perluasan dan juga pengoptimalan supaya bisa diakses secara luas.

BACA JUGA : Empat Layanan Kependudukan Ini Bisa Ditemukan di Jogja

"Aplikasi kita di JSS belum optimal. Misalnya, pada menu 'Nglarisi', masih terbatas di kuliner, serta untuk kebutuhan jamuan makan dan minum di instansi pemerintah saja. Akan kita revisi agar bisa diakses oleh masyarakat luas, ya. Jadi, tidak terbatas lagi," katanya kepada wartawan, Sabtu (29/5/2021).

Dia menyebut, ratusan pengusaha kuliner di menu 'Nglarisi' tersebut merupakan UKM binaan Pemkot Jogja yang tergabung dalam program gandeng-gendong. Tetapi, ketika aksesnya diperluas, maka konsekuensinya, Pemkot harus melakukan pembinaan lebih intensif kedepannya bagi pelaku usaha lain.

"Ya, kita harus edukasi UKM yang masuk di JSS itu. Terkait kualitas produk yang disajikan. Nah, ini menjadi pekerjaaan rumah bagi kita, untuk memberikan pelatihan kepada UKM, semisal soal kemasan, atau packaging dan yang lain," ujarnya.

Di samping itu, Tri Karyadi menjelaskan, masih ada menu 'Dodolan' di JSS yang bisa dimaksimalkan untuk mendorong UKM yang bergerak di luar sektor kuliner. Sehingga, pelaku industri kecil di bidang fesyen, kriya, dan lain sebagainya bisa turut terwadahi dalam program digitalisasi itu.

"Memang kemarin sudah kita bahas itu, akan dikoneksikan UKM-UKM di Kota Jogja yang ada di marketplace, seperti shopee dan lain-lain itu," ungkapnya.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Buka Pendaftaran Bantuan Bagi Pelaku Usaha

Ia menambahkan, selama ini JSS baru sekadar mempromosikan produknya dan belum menyediakan fitur pembelian secara langsung. Praktis, para pengakses aplikasi yang berminat pada hasil karya UKM harus menghubungi melalui jalur pribadi. Menurutnya, hal tersebut kurang efektif.

"Kita sudah koordinasi dengan Diskominfo ya, soal bagaimana menu 'Dodolan' makin optimal dan dijangkau lebih luas lagi. Jadi, buyer bisa beli lewat situ. Selama ini kan baru pajangan saja, kalau beli harus dirrect ke UKM," terangnya.

"Targetnya, nanti tahun 2022 lah. Sekarang kita optimalkan dulu. Kemudian, kita siapkan paket-paket pelatihan, karena belum semua siap 'Go Digital'," lanjut Tri Karyadi.

Dia tidak menampik masih banyak pelaku UKM di wilayah setempat yang belum melek teknologi karena telah berusia lanjut dan juga faktor lain. Namun demikian, proses digitalisasi ini merupakan sebuah keniscayaan dan harus bisa diterapkan oleh semua agar eksistensinya tak tergerus oleh zaman.

"UKM mau tidak mau harus siap. Pelaku dari kalangan milenial pasti sudah manfaatkan digitalisasi ini. Tapi, yang perlu kami dorong ialah UKM dari kelompok usia yang lebih tua, karena penguasaan teknologinya itu mungkin belum sebaik yang muda-muda," ucap Tri Karyadi.