Truk Terguling Timpa Motor di Simpang Madukismo, Korban Patah Tulang
Kecelakaan di simpang Madukismo Bantul terjadi saat truk terguling dan menimpa motor di Ringroad Selatan. Pengendara motor mengalami patah tulang.
Digital ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Pemkot Jogja berupaya menggenjot program digitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ditargetkan bakal tuntas pada tahun depan. Aplikasi terpadu Jogja Smart Service (JSS) bakal dijadikan sebagai ujung tombak dalam merealisasikan program itu.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto menuturkan, selama ini JSS sejatinya sudah memberikan segudang fasilitas bagi para pelaku UKM. Hanya saja, masih dibutuhkan perluasan dan juga pengoptimalan supaya bisa diakses secara luas.
BACA JUGA : Empat Layanan Kependudukan Ini Bisa Ditemukan di Jogja
"Aplikasi kita di JSS belum optimal. Misalnya, pada menu \'Nglarisi\', masih terbatas di kuliner, serta untuk kebutuhan jamuan makan dan minum di instansi pemerintah saja. Akan kita revisi agar bisa diakses oleh masyarakat luas, ya. Jadi, tidak terbatas lagi," katanya kepada wartawan, Sabtu (29/5/2021).
Dia menyebut, ratusan pengusaha kuliner di menu \'Nglarisi\' tersebut merupakan UKM binaan Pemkot Jogja yang tergabung dalam program gandeng-gendong. Tetapi, ketika aksesnya diperluas, maka konsekuensinya, Pemkot harus melakukan pembinaan lebih intensif kedepannya bagi pelaku usaha lain.
"Ya, kita harus edukasi UKM yang masuk di JSS itu. Terkait kualitas produk yang disajikan. Nah, ini menjadi pekerjaaan rumah bagi kita, untuk memberikan pelatihan kepada UKM, semisal soal kemasan, atau packaging dan yang lain," ujarnya.
Di samping itu, Tri Karyadi menjelaskan, masih ada menu \'Dodolan\' di JSS yang bisa dimaksimalkan untuk mendorong UKM yang bergerak di luar sektor kuliner. Sehingga, pelaku industri kecil di bidang fesyen, kriya, dan lain sebagainya bisa turut terwadahi dalam program digitalisasi itu.
"Memang kemarin sudah kita bahas itu, akan dikoneksikan UKM-UKM di Kota Jogja yang ada di marketplace, seperti shopee dan lain-lain itu," ungkapnya.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Buka Pendaftaran Bantuan Bagi Pelaku Usaha
Ia menambahkan, selama ini JSS baru sekadar mempromosikan produknya dan belum menyediakan fitur pembelian secara langsung. Praktis, para pengakses aplikasi yang berminat pada hasil karya UKM harus menghubungi melalui jalur pribadi. Menurutnya, hal tersebut kurang efektif.
"Kita sudah koordinasi dengan Diskominfo ya, soal bagaimana menu \'Dodolan\' makin optimal dan dijangkau lebih luas lagi. Jadi, buyer bisa beli lewat situ. Selama ini kan baru pajangan saja, kalau beli harus dirrect ke UKM," terangnya.
"Targetnya, nanti tahun 2022 lah. Sekarang kita optimalkan dulu. Kemudian, kita siapkan paket-paket pelatihan, karena belum semua siap \'Go Digital\'," lanjut Tri Karyadi.
Dia tidak menampik masih banyak pelaku UKM di wilayah setempat yang belum melek teknologi karena telah berusia lanjut dan juga faktor lain. Namun demikian, proses digitalisasi ini merupakan sebuah keniscayaan dan harus bisa diterapkan oleh semua agar eksistensinya tak tergerus oleh zaman.
"UKM mau tidak mau harus siap. Pelaku dari kalangan milenial pasti sudah manfaatkan digitalisasi ini. Tapi, yang perlu kami dorong ialah UKM dari kelompok usia yang lebih tua, karena penguasaan teknologinya itu mungkin belum sebaik yang muda-muda," ucap Tri Karyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan di simpang Madukismo Bantul terjadi saat truk terguling dan menimpa motor di Ringroad Selatan. Pengendara motor mengalami patah tulang.
KPH Yudanegara mengingatkan seluruh lurah di DIY agar pemanfaatan Tanah Kas Desa wajib mengantongi SK Gubernur sesuai Pergub DIY Nomor 24 Tahun 2024.
OJK melantik lima pejabat baru untuk memperkuat pengawasan pasar modal, aset kripto, transformasi organisasi, dan sektor jasa keuangan.
Lion Air melakukan riset destinasi favorit wisatawan Indonesia untuk menyesuaikan layanan penerbangan di tengah tingginya harga avtur.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyebut dugaan fabrikasi riset oleh WNI di Denmark dilakukan untuk memperoleh travel grant konferensi internasional.
Kasus leptospirosis Sleman mencapai 59 kasus pada 2026. Dinkes juga menguji tikus untuk mengantisipasi potensi penyebaran hantavirus.