Advertisement

Peluang Gen Z di Era AI: Gig Economy, Literasi, dan Kebijakan

Anisatul Umah
Selasa, 13 Januari 2026 - 16:57 WIB
Jumali
Peluang Gen Z di Era AI: Gig Economy, Literasi, dan Kebijakan (tengah) Executive Director Rembug Digital, Raden Stevanus C. Handoko, (paling kanan) Business & Community Lead AI Connect, Awang Dhewangga, dalam Live Talkshow "Kerja, Kuliah, atau Bisnis? Peran AI di Masa Depan Gen Z" di YouTube Harian Jogja, Selasa (13/1 - 2026).

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Era Artificial Intelligence (AI) membuka peluang luas bagi Gen Z di sektor ekonomi, kebijakan publik, dan gig economy, dengan literasi digital sebagai kunci sukses.

Fenomena ini dikupas tuntas dalam Live Talkshow bertajuk "Kerja, Kuliah, atau Bisnis? Peran AI di Masa Depan Gen Z" yang disiarkan di kanal YouTube Harian Jogja, Selasa (13/1/2026).

Advertisement

Executive Director Rembug Digital, Raden Stevanus C. Handoko, memprediksi tren penggunaan AI ke depan akan merambah seluruh sektor, mulai dari akademisi hingga profesional. Menurutnya, pemanfaatan teknologi ini akan bergerak ke arah yang jauh lebih terstruktur dan profesional.

Stevanus mengakui adanya kekhawatiran masyarakat mengenai potensi AI yang dapat memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun, ia menekankan pentingnya melihat sisi positif teknologi ini sebagai alat efisiensi.

"Kehadiran AI bisa membantu proses perencanaan hingga eksekusi sehingga output-nya lebih baik. Tapi kembali lagi pada penggunanya. Jika digunakan untuk sekadar hiburan (having fun), hasilnya pun sebatas itu. Jika untuk produktivitas, AI bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi," ujar Stevanus.

AI untuk Pengambilan Kebijakan dan Indonesia Emas

Selain sektor ekonomi, Stevanus menyoroti peran AI dalam membantu pengambilan kebijakan pemerintah. Dengan data yang masif (big data), teknologi ini mampu menyajikan analisis yang lebih presisi bagi para pengambil keputusan.

Ia menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi yang bijak adalah kunci mencapai cita-cita Indonesia Emas. Dengan populasi anak muda mencapai 67%, Indonesia memiliki potensi lompatan besar jika mampu menguasai teknologi. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai literasi digital.

"Kita perlu kemampuan kroscek dan validasi. Jangan menelan data dari AI mentah-mentah. Literasi digital dan perluasan wawasan sangat diperlukan agar kita tidak tertinggal," tegasnya.

Menuju Era Gig Economy: Setiap Individu Adalah "Kantor"

Senada dengan hal tersebut, Business & Community Lead AI Connect, Awang Dhewangga, mengungkapkan bahwa saat ini dunia telah memasuki era gig economy. Di era ini, bekerja tidak lagi terbatas pada ruang kantor atau ketergantungan pada satu perusahaan.

"Setiap individu bisa menjadi 'kantor' itu sendiri. Orang bisa bekerja secara remote dan menangani banyak klien sekaligus, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri," jelas Awang.

Menurut Awang, AI menjadi asisten krusial bagi pelaku gig economy untuk bekerja secara efisien dan terstruktur. Namun, ia menekankan bahwa AI hanyalah alat; kecerdasan manusia tetap menjadi pengendali utama.

"AI bisa memberikan pengetahuan, tapi akhirnya balik ke SDM-nya. Bagaimana mereka tetap memiliki critical thinking dan bijak dalam bertindak," imbuhnya.

Melalui AI Connect, Telkom berkomitmen memperkuat literasi digital melalui berbagai pelatihan dan workshop. Awang menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah memberikan "rasa" dan etika pada penggunaan AI.

"AI bisa membalas email dengan kata-kata bagus, namun belum tentu memiliki nilai lokal. Misalnya di Jogja, ada nilai unggah-ungguh (tata krama) yang mungkin belum dipahami AI," tutur Awang.

Ia juga mengingatkan risiko penyalahgunaan teknologi, seperti fenomena pemblokiran platform AI oleh Kemkomdigi akibat konten yang melanggar aturan. Tanpa literasi dan rasa yang tepat, teknologi AI rentan digunakan untuk tindakan kriminal atau pelecehan yang merugikan orang lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kim Jong Un Rombak Pengawal, Khawatir Skenario Ukraina

Kim Jong Un Rombak Pengawal, Khawatir Skenario Ukraina

News
| Selasa, 13 Januari 2026, 17:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement