Klaster Covid-19 Bermunculan di Sleman, Ketersediaan Bed Masih Aman

Foto Ilustrasi: Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). - Antarafoto/Oky Lukmansyah
30 Mei 2021 20:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Meski klaster kampung bermunculan di sejumlah lokasi, Pemkab Sleman mengklaim sejauh ini selter dan rumah sakit untuk covid-19 masih mencukupi. Sekda Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan pihaknya telah mengupayakan kesiapan tempat karantina sejak sebelum lebaran.

“Dari sisi tempat, tidak khawatir penuh. Rusun Gemawang itu banyak. Insya Allah nggak penuh. Dari antisipasi, kami sudah diingatkan pemerintah pusat sejak sebelum lebaran. Kami sudah upayakan itu. Sehingga kalau sekarang muncul ya dari sisi fasilitas kami tidak khawatir. Ada tawaran juga dari hotel untuk bisa digunakan isolasi,” katanya, Minggu (30/5/2021).

Ia juga memastikan untuk kebutuhan isolasi mandiri, Pemkab Sleman dapat memfasilitasi kebutuhan logistik menggunakan Dana tak Terduga. “Dinas sosial mengampu, koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Kami menyuplai sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Orang Tua Jangan Buru-buru Daftarkan Anak Sekolah, Mengapa?

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menuturkan data per Sabtu (29/5/2021), menunjukkan ketersediaan fasilitas kesehatan untuk covid-19 baik bed kritikal, non kritikal maupun selter karantina masih mencukupi. “Sementara ini masih cukup,” ungkapnya.

Ketersediaan bed covid-19 di Sleman meliputi ruang isolasi kritikal 56 bed terisi 34 bed, isolasi non kritikal 443 bed terisi 268 bed, Asrama Haji kapasitas riil 112 bed terisi 70 bed, Rusunawa Gemawang kapasitas riil 56 bed terisi 43 bed, Asrama UNISA 100 bed belum terisi dan FKDC Moyudan 25 bed belum terisi.