Remaja Terseret Ombak di Pantai Ngluwen

Tim evakuasi melakukan pemantauan dari atas tebin untuk mencari salah satu korban hilang di Pantai Ngluwen, Kalurahan Krambilsawit, Saptosari. Minggu (30/5). - Ist.
30 Mei 2021 14:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, SAPTOSARI – Remaja yang berkunjung di Pantai Ngluwen, Kalurahan Krambilsawit, Saptosari, Gunungjidul terseret ombak, Minggu (30/5/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. Satu korban atas nama Derbita Nadifa,19, asal Sukoharjo, Jawa Tengah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sedangkan untuk korban Muhammad Rois,19, asal Kota Jogja masih dalam proses pencarian. Adapun peristiwa laka laut ini bermula saat kedua korban dan empat teman lainnya kemping di Pantai Ngluwen sejak Sabtu (30/5) malam.

Keesokan harinya atau Minggu pagi, mereka mencuci peralatan kemping di pantai. Pada saat itu tiba-tiba datang ombak besar hingga menyeret Derbita. Melihat peristiwa tersebut, Rois ingin menolong namun ikut tergulung ombak juga. Peristiwa ini pun dilaporkan ke tim SAR Satlinmas Wilayah II DIY.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, proses pencarian terus dilakukan dengan melibatkan personel SAR dibantu warga serta aparat dari kepolisian dan TNI. Meski demikian, hingga Minggu siang baru satu korban yang ditemukan atas nama Derbita Nafira. “Untuk korban Muhammad Rois masih dalam proses pencarian,” katanya, Minggu.

Menurut dia, upaya pencarian terus dilakukan. Hanya saja, fokus pencarian terpaka dilakukan hanya dari jalur darat melalui penyisiran pantai dan pemantauan dari perbukitan. Jalur laut terpaksa dihentikan karena adanya kenaikan gelombang setinggi 3,5 meter sehinga menghambat pencarian di laut.

"Sementara jalur laut kami hentikan hingga kondisinya aman untuk pencarian. Yang jelas, upaya pencarian tetap jalan meski upaya dilakukan melalui jalur darat,” katanya.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto mengimbau kepada seluruh pengunjung terus berhati-hati dan waspada saat bermain di kawasa pantai. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan seperti menjadi korban kecelakaan laut.   

Menurut dia, imbauan agar menjauhi area berbahaya tidak hanya dilakukan melalui papan-papan peringatan yang terpasang di kawasan pantai. Namun demikian, juga memanfaatkan pengeras suara di posko.

“Kalau saat ramai. Kami juga menerjunkan personel untuk berbaur dengan pengunjung yang bermain di kawasan pantai,” katanya.