Pelaksanaan Vaksinasi di Kulonprogo Terus Dievaluasi

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
31 Mei 2021 06:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hingga saat ini, tahapan vaksinasi dengan sasaran pelaku ekonomi dan pariwisata di Kulonprogo baru mencapai 39,8% atau sekitar 2.573 orang dari jumlah sasaran 6.463 orang. Untuk menggenjot capaian, Gugus Tugas bakal melakukan evaluasi pelaksanaan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan vaksinasi untuk pelaku ekonomi dan pariwisata di Bumi Menoreh terbentur rendahnya kesadaran warga untuk mengikuti vaksinasi. "Tingkat kehadiran vaksinasi Covid-19 bagi pelaku ekonomi dan pariwisata baru mencapai 35 persen dari sasaran yang diberikan undangan," kata Baning saat dikonfirmasi, Minggu (30/5/2021).

Menurut Baning, untuk menggenjot capaian, jajarannya akan mengevaluasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni mendekatkan lokasi vaksinasi supaya tingkatkan lebih tinggi dan target vaksinasi bisa terealiasi. “Selama ini vaksinasi masih dilakukan di puskesmas," kata Baning.

Untuk ketersediaan vaksin bagi pelaku ekonomi dan pariwisata saat ini tak ada masalah. Artinya, kuota kebutuhan sesuai dengan angka sasaran vaksinasi.

"Di Kulonprogo, total sasaran vaksinasi bagi pelaku ekonomi dan pariwisata sebanyak 6.463 orang. Hingga 25 Mei yang divaksin baru 2.573 orang atau 39,8 persen," kata Baning.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, capaian vaksinasi di Kulonprogo baru mencapai 33.217 sasaran atau 32% dari total 105.298 sasaran.

"Dari total jumlah itu, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan mencapai 98 persen, pelayan publik 86 persen, dan lansia 12 persen. Kami saat ini masih mengejar target vaksinasi lansia, dan tenaga pendidik. Kalau vaksin datang pada Juni, kami menargetkan pelaku ekonomi, pelaku pariwisata, dan lansia yang masih rendah," kata Baning.

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 harus mempertimbangkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Pendataan peserta vaksinasi juga harus jelas, apakah ikut vaksinasi tahap pertama dosis pertama atau kedua.

"Petugas juga perlu mengatur waktu vaksinasi. Selain itu, juga harus diperhitungkan kapasitas tempat dengan jumlah sasaran yang akan divaksin, karena tetap harus sesuai dengan protokol kesehatan. Tidak boleh memicu terjadinya kerumunan," kata Sri Budi. Jumlah petugas vaksinator, menurut Sri Budi, harus menyesuaikan dengan peserta vaksinasi, dan jangan sampai petugas tidak mampu mengatur peserta vaksinasi.