Selama Pandemi Covid, DIY Hanya Dikunjungi 7 Turis Asing

Malioboro - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
02 Juni 2021 19:07 WIB M Faisal Nur Ikhsan Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY mencatat, hingga April 2021, jumlah kunjungan turis asing ke wilayah tersebut masih nihil.

Sudah satu tahun pula sejak Kementerian Perhubungan mengeluarkan larangan penerbangan internasional. Sejak April 2020 hingga April 2021, hanya ada tujuh kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tercatat memasuki wilayah DIY. Padahal pada April 2019, angkanya bisa mencapai 9.922 kunjungan.

Meskipun jumlah wisman yang melancong ke DIY belum sepenuhnya pulih, berbagai indikator menunjukkan pertumbuhan positif dari wisatawan domestik. Hal tersebut terlihat dari jumlah tamu domestik yang mendominasi hotel berbintang di DIY.

Pada April 2021, jumlahnya mencapai 248.542 orang. Sementara itu, jumlah warga negara asing (WNA) yang menginap pada bulan yang sama hanya 1.302 orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) secara year-on-year juga terus mengalami kenaikan.

“Kalau dilihat dari year-on-year artinya TPK April 2021 dibandingkan TPK April 2020, ini relatif menggembirakan. Yaitu terjadi kenaikan hingga 31,42 persen,” jelas Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS DIY, Amirudin, pada Selasa (2/6/2021).

Secara month-to-month, tren positif tersebut sudah dimulai sejak awal tahun. Meskipun demikian, pada bulan April 2021, angka TPK sedikit mengalami penurunan 3,64 persen. Kini, posisinya berada di 36,78 persen.

“TPK di Yogyakarta meskipun tidak sampai setengahnya, artinya di bawah 50 persen, melihat trennya mulai mengalami perkembangan kenaikan,” jelas Amirudin.

Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel berbintang di DIY juga dilaporkan tidak mengalami lonjakan berarti. Angkanya mengalami penurunan tipis 0,01 hari, di 1,51 hari pada bulan April 2021. Sebelumnya, pada Maret 2021, angkanya berada di 1,52 hari.

“Jika dilihat dari RLM, terlihat jelas kalau hotel bintang 5 RLM-nya relatif tinggi. Hampir 2 hari secara rata-rata, “ jelas Amirudin.

BPS DIY mencatat, RLM di hotel bintang 5 menjadi yang tertinggi dengan angka 1,95 hari. Sementara itu, hotel bintang 1 mencatat RLM terendah dengan 1,12 hari.

Amirudin juga memaparkan indikator pariwisata lain yang juga memperlihatkan kinerja positif. Jumlah penumpang penerbangan domestik misalnya, baik secara month-to-month ataupun year-on-year, mengalami kenaikan drastis.

BPS DIY mencatat jumlah penumpang penerbangan domestik pada bulan April 2021 mengalami kenaikan 15,79 persen (m-t-m). Angkanya dilaporkan mencapai 75.989 orang penumpang. Secara year-on-year, kenaikannya dilaporkan hingga 147,49 persen.

Angka tersebut masih jauh lebih baik ketimbang bulan April 2020. Dimana jumlah penumpang penerbangan domestik hanya berkisar di angka 30.704 orang penumpang. Namun, angka tersebut tentu masih belum bisa menandingi kondisi sebelum pandemi Covid-19. Dimana jumlah penumpang penerbangan domestik ke Yogyakarta bisa mencapai 242.153 orang pada bulan April 2019.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia