Lebih dari Setahun Siswa Tak ke Sekolah, Disdikpora Jogja Luncurkan Panca Karakter

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
02 Juni 2021 20:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja meluncurkan program Panca Karakter. Menurut Kepala Disdikpora Jogja, Budi Santoso Asrori, program ini sebagai upaya membangun karakter peserta didik setelah lebih dari setahun sekolah daring.

Selain susah mendidik secara karakter, sekolah daring juga belum efektif dalam transfer materi. Hanya sekitar 60-70 persen materi yang bisa peserta didik serap.

Setelah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai laksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), program Panca Karakter bisa menjadi fokus para tenaga pendidik. Adapun Panca Karakter berupa pembentukan karakter nasionalis, religius, mandiri, gotong royong, dan integritas. Sebagai bentuk komitmen, hal ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 42 Tahun 2021.

Panca Karakter tersebut dianggap sudah memenuhi segala aspek yang dibutuhkan. Untuk teknisnya, akan ada detail kompetensi yang disusun untuk capaian lima nilai atas di atas. "Aspek pendidikan karakter dihubungkan dengan tata tertib sekolah juga," kata Budi di Kompleks Balai Kota Jogja, Rabu (2/6/2021).

BACA JUGA: Bangun Pagi Lebih Awal Bisa Kurangi Risiko Depresi

Pada fase awal-awal PTM, Budi memang tidak menargetkan penguasaan materi dari para peserta didik. Target utama pada pembentukan karakter dan juga membuat peserta didik merasa senang berada di sekolah.

Hal ini cukup sulit lantaran kebiasaan baru seperti memakai masker, pengawasan dari satuan tugas Covid-19 sekolah, dan lainnya yang tidak jarang membuat peserta didik tidak leluasa beraktivitas.

"Kami memang dalam simulasi yang sekarang ini lebih ke implementasi pendidikan karakter," kata Budi.
Setelah simulasi usai, harapannya pada tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang, semua sekolah bisa melakukan pembentukan karakter pula.

Sejauh ini, Disdikpora Jogja telah memverifikasi sebanyak tiga kali terkait kesiapan SD dan SMP untuk lakukan PTM. Budi mengatakan bahwa semua sekolah sudah siap laksanakan PTM. Saat ini baru sepuluh sekolah yang laksanakan simulasi PTM dari akhir April sampai Juni 2021.

Setalah semua sekolah laksanakan PTM, teknis terkait sistem selang-seling dan sift menjadi kebijakan internal sekolah. Hal ini menyesuaikan fasilitas yang sekolah miliki. Meskipun nantinya waktu peserta didik di sekolah tidak lama, Budi berharap itu bisa bermakna.

"Nah, bagaimana [waktu itu] menjadi bermakna dengan kehadiran anak di sekolah itu," katanya.