Kemarau Baru Mulai, Puluhan Hektare Sawah di Kulonprogo Sudah Puso karena Kekeringan

Area persawahan di Dusun Karangasem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, yang mengalami gagal panen pada Rabu (2/6/2021)-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
02 Juni 2021 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Padi milik petani yang berada di lahan sekitar 25 hektare di Dusun Karangasem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo gagal panen karena tak mendapat pasokan air yang cukup. Petani rugi hingga ratusan juta rupiah.

Ketua Kelompok Tani (KT) Sidodadi, Dusun Karangasem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Bingat Sudiyanto, 66, mengatakan lahan kering disebabkan oleh mengeringnya daerah irigasi (DI) Plelen sebagai penyuplai air ke persawahan di Dusun Karangasem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo.

"Saluran irigasi itu menjadi satu-satunya sumber air yang diandalkan petani di Dusun Karangasem. Selama ini kami cuma mengandalkan itu, tidak ada sumber lain lagi. Kalau mau buat sumur harus dalam sekali," kata Bingat pada Rabu (2/6/2021).

BACA JUGA: Sakit Hati Nama Istri Dipakai Buat Berutang, Buruh Jogja Hajar Pegawai Koperasi

Kerugian yang ditaksir akibat petani gagal memanen tanaman padi di lahan seluas 25 hektare tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Kerugian dihitung mulai dari awal pengolahan padi, proses penanaman, sampai dengan pemupukan.

"Kami khawatir lahan pertanian lain di Karangasem turut terdampak. Adapun, total lahan pertanian di wilayah tersebut mencapai lebih dari 150 hektar. Dari luasan itu, 25 hektar telah dipastikan gagal panen, dan sisanya terancam puso," kata Bingat.

Tanaman padi yang sudah dipastikan mati akhirnya dipangkas oleh petani sebagai pakan ternak. "Ya bagaimana lagi, tanaman padi yang mati akhirnya dipangkas buat pakan ternak," kata Bingat.

Kekeringan yang sudah terjadi sejak Mei lalu sebenarnya merupakan persoalan tahunan yang dihadapi oleh petani. Oleh karena itu, Anggota Komisi III DPRD Kulonprogo, Jeni Widiyatmoko, angkat bicara.

Jeni meminta agar pemerintah kabupaten Kulonprogo serius dalam mengatasi persoalan kekeringan di wilayah Dusun Karangasem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo.

"Kami prihatin dengan kondisi di Dusun Karangasem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo. Dampak kekeringan di masa tanam (MT) dua ini adalah petani sudah mengalami gagal panen, padahal ini masih fase awal musim kemarau. Tapi, sudah tidak bisa hidup tanaman padi milik petani. Sebagian sudah dipanen dini untuk pakan ternak," ungkap Jeni.

Jeni mengharapkan ada kerja sama yang baik antara Dinas Pertanian Kabupaten Kulonprogo, Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman maupun Dinas Lingkungan Hidup agar persoalan kekeringan di wilayah kalurahan Sidomulyo tidak kembali terjadi di tahun berikutnya.

"Kalau kita lihat di Kulonprogo, DI [Plelen] ini istimewa karena langsung kewenangannya ada di kabupaten, dan dengan luasan [pengairan] sekitar 198 hektare sangat jarang ada di Kulonprogo. Jadi, mohon pemerintah daerah supaya memberikan perhatian serius untuk hal ini," kata Jeni.

Solusi jangka pendek bagi petani juga menjadi prioritas Jeni. Pemerintah kabupaten Kulonprogo melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mampu mengambil langkah jitu agar petani tetap bisa bertahan di masa sulit ini.

"Saat ini, baru masuk MT 2 saja sudah kekeringan, apalagi nanti di MT 3 dipastikan tidak bisa tanam, sehingga perlu kerja cepat. Saya mendorong Pemkab Kulonprogo bekerja cepat ya, paling tidak di MT 2 ini lahan pertanian yang masih hidup bisa terselamatkan. Karena di Kulon Progo kan ada 3 MT, ya di mana MT 1-2 adalah padi, lalu MT 3 palawija," kata Jeni.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho mengatakan dinasnya akan memompa air dari daerah irigasi lain yang masih tersedia suplai air.

"Pompa ini berfungsi menyuplai air dari DI lain ke lahan pertanian Karangasem dan sekitarnya. Selain itu, kami akan mengadakan pertemuan dengan instansi terkait di Kulonprogo untuk mencari solusi jangka panjang atas persoalan ini," kata Aris.