Warga DIY Perlu Waspada, Penularan Covid-19 Masih Masif

Ilustrasi corona
05 Juni 2021 21:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, meminta masyarakat untuk tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat karena penularan Covid-19 di DIY masih masif.

Terbukti dengan naiknya kasus terkonfirmasi positif sejak beberapa hari terakhir ini. “Ya dengan masih meningkatnya kasus, ya mestinya masih masifnya penularan di masyarakat. Apalagi mayoritas kasus baru berasal dari hasil penelusuran kontak positif. Ini menunjukkan penerapan prokes yang masih belum optimal,” kata Berty, Sabtu (5/6/2021).

Tidak mudah untuk mengubah perilaku masyarakat dengan adaptasi kebiasaan baru tetapi setidaknya perlu bersama-sama memutus mata rantai penularan Covid-19 ini dengan tetap disiplin pada protokol kesehatan, saling mengingatkan dan bekerja sama dengan sebaik-baiknya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY ini juga menyampaikan terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 5 Juni 2021 sebanyak 150 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 45.888 kasus.

Penambahan kasus positif Covid-19 ini terbanyak dari Bantul 65 kasus, kemudian disusul Sleman 32 kasus, Gunungkidul 22 kasus, Kulonprogo 19 kasus dan Jogja 12 kasus. Penambahan kasus ini juga berdasarkan hasil pemeriksaan sampel harian sebanyak 1.103 sampel sementara total sampel yang diperiksa sebanyak 295.322.

Orang yang diperiksa totalnya mencapai 269.866 orang dan termasuk 1.083 orang di dalamnya diperiksa selama 24 jam. Rincian riwayat sementara kasus terbaru terkonfirmasi Covid-19 ini berdasarkan periksa mandiri 26 kasus, penelusuran kontak kasus positif 114 kasus, perjalanan luar daerah satu kasus dan belum diketahui riwayatnya sembilan kasus.

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus meninggal sebanyak enam kasus sehingga total kasus meninggal dunia menjadi 1.214 kasus. enam kasus meninggal dunia karena Covid-19 ini berasal dari Sleman tiga orang, Jogja dua orang, dan Bantul satu orang.

Penambahan kasus sembuh sebanyak 107 kasus sehingga total sembuh menjadi 42.164 kasus. Distribusi kasus sembuh menurut domisili wilayah Jogja 10 kasus, Bantul 31 kasus, Kulonprogo 19 kasus, Gunungkidul tujuh kasus, dan Sleman 40 kasus.