Menteri Sandiaga Sentil Pelaku Wisata Nuthuk

Menparekraf, Sandiaga Uno, saat mengunjungi Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Sabtu (5/6/2021).-Harian Jogja - Lugas Subarkah
05 Juni 2021 19:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kabar pelaku wisata nuthuk di sejumlah objek wisata Jogja sempat menjadi sorotan beberapa waktu terakhir.

Pada kunjungannya ke Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengingatkan kembali pelaku wisata agar lebih mementingkan keberlanjutan aktivitas wisata.

“Tugas kami pemerintah, selain sosialisasi dan edukasi, adalah pendampingan. Hal negatif seperti nuthuk merupakan perbuatan mencoreng kegiatan pariwisata. Kami akan beri teguran tegas, juga pendampingan. Konsepnya reward dan punishment," ujarnya, Sabtu (5/6/2021).

Pariwisata yang berkah dan memanjang adalah wisata yang membuat wisatawan nyaman. Kalau wisatawan malah diketok harga yang tidak masuk akal, mereka bukan hanya tidak akan kembali lagi, tapi juga akan menimbulkan buah bibir yang buruk.

Pentingsari telah menjadi desa wisata setidaknya selama 15 tahun. Hal ini perlu menjadi inspirasi bagi desa wisata lainnya agar tidak hanya hidup setahun-dua tahun saja.

Kunjungan Menparekraf ini merupakan bagian dari agendan Sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dengan tema Desa Wisata Sebagai Simbol Kebangkitan Ekonomi Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai kota, diantaranya Desa Wisata Pujon Malang, Desa Wisata Mas Ubud Bali, dan Desa Wisata Candirejo Magelang.

Ketua Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro, mengatakan ada beberapa kategori yang sudah dimiliki Pentingsari untuk Anugerah Desa Wisata, di antaranya Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE); homestay; kuliner; atraksi dan lainnya.

"Keunggulannya Pentingsari yakni homestay. Kami bisa menahan tamu tidak hanya satu-dua jam, tapi tiga hari. Mereka akan membeli paket yang kami jual, ada seni-budaya, atraksi pertanian serta ekonomi-kreatif. Semua dalam bentuk pengalaman, bukan hanya melihat," ungkapnya.