Rekonstruksi Tragedi Sate Beracun, Ini Kronologi Mulai Nani Terima Sianida hingga Kirim Sate

Nani Apriliani Nurjaman saat memperagakan salah satu adegan bertemu dengan bandiman dalam rekonstruksi kasus sate beracun yang digelar di Mapolres Bantul, Senin (7/6/2021). - Harian Jogja/Jumali
07 Juni 2021 12:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harinjogja.com, BANTUL - Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus satai beracun yang menewaskan Naba, 10, warga Salakan II Bangunharjo, Sewon, di Mapolres Bantul, Senin (7/6/2021) pagi.

Selama memerankan sebanyak 22 adegan dari total 35 adegan rekonstruksi, tersangka Nani Aprilliani Nurjaman, 25, terlihat menangis sesungukan.

Rekonstruksi sendiri dimulai dari adegan pertama, saat Nani menerima telpon dari kurir JNT yang mengantarkan paket berisi kalium sianida yang dipesannya melalui aplikasi Shopee. Nani sempat bertemu dengan petugas kurir dari JNT dan menyimpan paket tersebut di Griya Fit, tempat kerja Nani pada 13 Maret 2021.

Baca juga: Pencarian Pemuda Asal Jogja yang Terseret Ombak di Pantai Ngluwen Dihentikan

Pada 25 April Nani bertolak dari rumahnya ke tempat kerjanya di Griya Fit, dengan sepeda motor bernopol AB6748 AM. Sesampai tempat kerja Nani kemudian membeli satai di Mister Teto. Setelah itu, Nani membeli snack di Kotagede.

Usai membeli snack di Kotagede, Nani kemudian kembali ke Griya Fit. Sesampai di tempat kerja, Nani kemudian mengganti baju yang dikenakan dengan menggunakan gamis dan hijab. Nani kemudian mencampur Kalium Sianida yang sempat disimpan di rak tempat kerjanya ke bumbu sate. Sisa sianida dibuang Nani ke tempat sampah.

Usai mencampur, Nani kemudian menghubungi temannya, Agus untuk menukar sepeda motor. Keduanya pun bertemu di jalan barat Stadion Mandala Krida. Sepeda motor Vario ditukar Honda Beat warna putih bernopol AB2187JF.

Nani kemudian menghampiri Bandiman, driver ojek online yang sedang berada di serambi masjid di kawasan jalan Gayam, Umbulharjo.

Baca juga: Orang dengan Gangguan Jiwa di Bantul Didata untuk Calon Penerima Vaksin

Nani yang tidak menggunakan helm kemudian meminta Bandiman untuk mengantarkan paket sate dan snack ke rumah Tomi, di Vila Bukit Asri, Kasihan. Usai memberikan paket dan uang jasa pengiriman kepada Bandiman, Nani pun kembali menemui Agus menukar sepeda motor, sebelum akhirnya ke tempat kerjanya dan berganti baju. Nani pun membuang baju gamis dan kerudung yang digunakannya saat bertemu Bandiman.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengatakan awalnya ada 27 adegan yang akan diperagakan saat rekonstruksi. Namun dalam perkembangannya, menjadi 35 adegan.

Selain itu, selama rekonstruksi, diakui Ngadi, Nani menangis.

"Mungkin dia tidak biasa di tempat ini. Kami maklumi," kata Ngadi.

Lebih lanjut Ngadi mengungkapkan, sementara Nani adalah tersangka tunggal atas kasus ini. Sebab, sosok R hingga kini belum juga diketemukan oleh pihak kepolisian. Rencananya, R akan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Nanti R akan kami masukkan dalam DPO. Sementara kami kami gelarkan dulu, baru setelah itu berkas untuk tersangka Nani akan kami limpahkan ke kejaksaan secepatnya," kata Ngadi.

Terkait dengan absennya Tomi dan istri Tomi, Ngadi menyatakan jika keduanya berhalangan hadir karena ada keperluan. Oleh karena itu, pada rekonstruksi ini, tidak dihadirkan.

"Mereka ada keperluan. Kami tidak bisa hadirkan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Nani ditangkap oleh petugas dari Polres Bantul pada 30 April 2021 jam 23.00 WIB di rumahnya, Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan. Nani ditetapkan sebagai tersangka setelah mengirimkan satai beracun kepada salah satu penyidik Polresta Jogja, Tomi, yang beralamat di Villa Bukit Asri, Kasihan, Bantul.

Satai dikirimkan lewat jasa ojek online yang dipesan secara offline. Namun, satai itu justru merenggut jiwa Naba, 10, yang merupakan anak dari Bandiman, driver ojek online yang bertugas mengantar makanan ke rumah Tomi.