Pencarian Pemuda Asal Jogja yang Terseret Ombak di Pantai Ngluwen Dihentikan

Ilustrasi kenaikan gelombang di Pantai Baron, Gunungkidul, DIY. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
07 Juni 2021 10:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian korban hilang di Pantai Ngluwen, Kalurahan Krambil Sawit, Kapanewon Saptosari, atas nama Muhamad Rois,19, warga Kemantren Umbulharjo Kota Jogja.

Diketahui sebelumnya korban terseret ombak bersama dengan seorang temannya yang sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal yakni Derbita Nadifa Sahira ,19, warga Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Derbita saat itu dievakuasi dengan menggunakan kapal nelayan.

Sementara pencarian korban atas nama Rofi belum membuahkan hasil. "Sudah dihentikan pencarian pada Sabtu (5/6/2021) Sore," ucap Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Orang dengan Gangguan Jiwa di Bantul Didata untuk Calon Penerima Vaksin

Suris menjelaskan operasi SAR yang sudah dilakukan satu minggu ini melibatkan personil gabungan dari SAR Satlinmas Wilayah II, Pol Air, TNI AL, Basarnas dan unsur SAR lainnya berjumlah kurang lebih 100 orang belum membuahkan hasil.

Belum adanya hasil selama satu pekan pencarian ini, karena ada kendala yang dihadapi dalam pencarian. "Kendala yang dihadapi mulai dari gelombang laut tinggi, dan arus laut cukup deras mengarah ke tengah dan timur dari lokasi hilangnya korban. Medannya cukup sulit, seperti tebing yang curam," ucap Suris.

Meski pencarian sudah dihentikan, namun pihaknya tetap melakukan pemantauan di sekitar TKP maupun pantai yang ada di wilayah Gunungkidul. Pihaknya akan selalu memonitor informasi dari warga masyarakat dan nelayan yang beraktifitas di laut.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono menghimbau kepada para pengunjung pantai untuk mematuhi imbauan tim SAR saat bermain air. "Apalagi kawasan pantai selatan ombaknya tidak bisa diprediksi," ujarnya. (Herlambang Jati Kusumo).