Polda DIY Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan
Polda DIY menyelidiki dugaan malapraktik RSUD Prambanan. Lima saksi diperiksa termasuk tenaga medis dan keluarga korban.
Pedagang Pasar Bantul menjual cabai rawit yang kini harganya tengah naik diangka Rp120.000 per kilogram. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Vaksinasi pedagang di Pasar Bantul bakal segera digelar. Sebanyak 600 pedagang pasar akan menerima vaksin pekan ini.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta menjelaskan pedagang Pasar Bantul akan mendapat vaksinasi pertama dari kalangan pedagang. Sukrisna yang dihubungi pada Selasa (8/6/2021) menyebutkan sebanyak 600 pedagang Pasar Bantul bakal divaksin. Jumlah itu baru sebagian dari total pedagang Pasar Bantul yang berjumlah 1.500 orang.
"Nanti dibagi dua, untuk hari pertama itu Rabu [9/6/2021] sekitar 300 orang. Kemudian hari Kamisnya 300 orang," tambahnya.
Disebutkan Sukrisna, lokasi vaksinasi telah disiapkan di Pasar Bantul. "Kalau yang sudah terverikasi ada 700 pedagang. Tapi mudah-mudahan bisa ter-cover semua," tambahnya.
Pasalnya dari sampel yang dilakukan Disdag Bantul, dari lima pedagang sudah ada beberapa yang melakukan vaksinasi mandiri. "Ada yang ikut sosialisasi dari RS PKU, ada juga yang ikut vaksinasi lansia," tuturnya.
Baca juga: Terdampak Covid-19, PAD Sleman Turun Drastis
Dari temuan tersebut, Sukrisna meminta pedagang yang telah tervaksin menghubungi Lurah Pasar Bantul. Sehingga vaksin bisa dialokasikan kepada pedagang pasar lainnya. "Data persisnya belum tahu berapa yang sudah tervaksin, karena belum melapor ke kami," ujarnya.
Perihal vaksinasi di pasar rakyat lainnya, Sukrisna masih menunggu jadwal dari Dinkes Bantul. "Tetapi validasi sudah dilakukan di semua pasar," imbuhnya.
"Kalau dari pedagang antusias, tetapi lihat di hari H besok kedatangannya seperti apa. Tapi yang jelas kalau mereka saja sudah ada yang vaksin secara mandiri, mereka punya keinginan yang kuat untuk vaksin," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menyelidiki dugaan malapraktik RSUD Prambanan. Lima saksi diperiksa termasuk tenaga medis dan keluarga korban.
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.
Standar kerja layak ekonomi platform dari ILO menjadi momentum memperkuat perlindungan ojol, kurir online, dan pekerja digital di Indonesia.
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Pemerintah mempercepat bansos digital setelah ditemukan lebih dari 40% bantuan sosial tidak tepat sasaran. Sistem baru diklaim lebih akurat dan cepat.
Taman Nasional Kutai menjaga enam flora penting Kalimantan, mulai ulin, pasak bumi, meranti hingga anggrek hitam demi kelestarian ekosistem.