Harga Cabai Anjlok, Petani Merugi

Pedagang Pasar Wates menunjukkan cabai rawit merah yang kini harganya mencapai Rp80.000 per Kg, di Kompleks Pasar Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
11 Juni 2021 08:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Harga cabai merah kembali anjlok. Kondisi tersebut menyulitkan petani cabai di Kulonprogo untuk mendapatkan untung. Anjloknya harga cabai juga diperparah dengan serangan hama di sebagian lahan cabai merah milik petani.

Salah satu petani cabai yang dijumpai di sekitar pesisir pantai selatan di wilayah kabupaten Kulonprogo bernama Rubinem, 60, warga Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo mengatakan harga cabai merah di lahan pertanian miliknya hanya berkisar Rp9.000 per kilogram.

BACA JUGA : Meski Ada Tren Penurunan, Harga Cabai Rawit Merah di Kota

"Bahkan, dua hari yang lalu harga cabai hanya dibanderol dengan harga Rp7.500 per kilogramnya. Harganya murah sekali. Kami terpaksa harus merugi kembali. Harga jual dengan harga produksi yang harus kita keluarkan tidak berimbang," kata Rubinem saat diwawancarai pada Kamis (10/6/2021).

Berdasarkan catatan Rubinem, harga murah cabai merah jenis lolay sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Faktor kenaikan cabai merah diduga karena masa panen cabai merah di wilayah pesisir pantai selatan Kulonprogo berbarengan dengan masa panen cabai di wilayah Sumatera.

"Lahan produksi saya sekitar 2.000 meter. Satu kali petik mampu menghasilkan dua kuintal cabai merah. Untuk sekali tanam, biaya produksi yang harus kami keluarkan sekitar lima sampai dengan enam juta rupiah," ujarnya.

Petani lainnya yang harus gigit jari adalah Ganang, 29, warga Kalurahan Garongan,  Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, mengatakan harga jual cabai merah saat ini masih di bawah Rp10 ribu. Tentunya, fakta tersebut memberatkan petani untuk meraup pundi-pundi rupiah.

"Harga cabai merah di bawah Rp10 ribu itu sudah berlangsung cukup lama ya. Bahkan, sebelum lebaran. Kalau harga cabai merah di bawah Rp10 ribu itu menyulitkan kami untuk memulihkan modal pokok.

BACA JUGA : Harga Cabai di Sleman Mulai Turun 

"Kalau harganya di bawah Rp10 ribu itu berat, kalau di atas itu [Rp10.000] ya mending lah. Harga cabai merah itu berkisar Rp8 ribu sampai dengan Rp9 ribu. Bahkan, sekarang sudah mencapai Rp7.500. Tentunya, itu memberatkan kami ya," ucapnya.

Harga murah bukan satu-satunya kendala yang dihadapi Ganang. Hama yang menyerang akar cabai milik Ganang membuat tanaman cabainya tidak bisa dipanen. Ganang pasrah akan kondisi tersebut. Alhasil, ia harus merugi jutaan rupiah.

Sebagai informasi, busuk akar pada tanaman cabai biasanya disebabkan oleh patogen yang ditularkan melalui tanah, yakni Phytophthora capsici. Penyakit ini menyebar melalui air dan paling sering terjadi selama periode hujan lebat. Penyakt tersebut juga bisa muncul di awal musim pada tanaman muda yang terlalu banyak disiram

"Lahan saya sekitar 2.000 meter. Lahan cabai yang terkena hama tidak saya cabut ya. Karena kalau dicabut justru akan bisa memperparah keadaan. Virusnya bisa menyebar kemana-mana. Yang terkena hama sekitar 50 persen. Kerugian sekitar jutaan rupiah," kata Ganang.