PPDB SD Kota Jogja: Tidak Ada yang Lolos Jalur Cerdas Istimewa

Wali siswa konsultasi dengan Ketua PPDB DIY, Didik Wardaya dan tim, di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kecamatan Umbulharjo, Jumat (12/6/2020).-Harian Jogja - Catur Dwi Janati
12 Juni 2021 08:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Tidak ada peserta didik Kota Jogja yang lolos Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah dasar (SD) jalur afirmasi cerdas istimewa.

Menurut Ketua Unit Pelaksana Teknis Unit Layanan Disabilitas (UPT ULD) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Aris ada tiga peserta didik yang asasmen di UPT ULD. Sementara itu ada enam peserta didik yang asasmen di luar UPT ULD.

Untuk bisa masuk melalui jalur ini, Disdikpora Kota Jogja mensyarakatkan bukti tes yang dikeluarkan UPT ULD atau lembaga sejenis yang berada di Kota Jogja. “Hasilnya tidak ada yang lolos karena IQ dibawah 130 skala Weschler,” kata Aris, Jumat (11/6/2021).

Untuk bisa lolos jalur ini, peserta didik minimal memiliki IQ 130 atau di atasnya. Dari sembilan peserta didik yang mendaftar, IQ tertinggi berada pada angka 125. Angka tersebut masih masuk dalam kategori superior. Pendaftaran jalur cerdas istimewa untuk peserta didik yang hendak masuk SD ini berlangsung pada tanggal 9-10 Juni 2021.

PPDB jalur cerdas istimewa sebelumnya diterapkan di SD Ungaran sejak tahun 2014. Sudah ada empat angkatan dengan jumlah peserta didik sekitar 12 anak. "Makanya kami punya keyakinan untuk mencoba jalur cerdas istimewa dalam PPDB tahun ini, konsep cerdas istimewa menggunakan pembelajaran sistam SKS. Tapi ternyata dari tahap asesmen belum ada yang memenuhi syarat untuk mendaftar cerdas istimewa," kata Aris.

"Mungkin karena di masa pandemi kondisi lingkungan tidak bisa maksimal untuk mendukung anak cerdas istimewa sehingga jauh dari bawah kemampuan yang sebanarnya."

Baca juga: Terapis Spa Nyambi Pekerja Seks di Sleman, NS Didenda Pengadilan

Lantaran tidak ada yang masuk, kuota 5 persen jalur cerdas istimewa ini dimasukkan ke jalur zonasi. Sementara di jalur afirmasi disabilitas PPDB tingkat SD, sudah ada empat peserta didik yang melakukan asesmen. Empat peserta didik tersebut tergolong tuna daksa, gangguan konsentrasi, dan autis. Nantinya mereka akan tersebar di SD Unggaran, SD Karanganyar, SD Pujakusuman 1, dan SD Tamansari.

"Pembagian ke sekolah itu berdasarkan pilihan orang tua calon peserta didik dan pertimbangan lokasi dan guru pendamping yang kami siapkan," kata Aris.

Pendaftaran jalur afirmasi disabilitas tingkat SD berakhir hari ini, Jumat (11/6/2021). Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berlangsung pada 14-15 Juni 2021. Sejauh ini, sudah ada sekitar 200 peserta didik yang sudah lakukan asasmen ke UPT ULD. Adapun kuota jalur afirmasi disabilitas tingkat SMP sebanyak 173 kursi.

"SMPN 1-16 semua wajib menerima disabilitas,10 SMPN di kota sudah ada guru pendamping khusus psikologis dan pendidikan luar biasa. Dalam penempatan siswa itu kami pertimbangkan pilihan siswa, zonasi, kemampuan guru pendamping khusus disesuaikan dengan disabilitas calon peserta didik," kata Aris.

Selain jalur cerdas istimewa, saat ini Disdikpora Kota Jogja sedang melaksanakan PPDB jalur bibit unggul sampai 12 Juni 2021. Menurut Kepala Disdikpora Jogja, Budi Santoso Asrori, jalur bibit unggul diperuntukkan kepada peserta didik yang berada di peringkat 10 persen teratas di sekolah masing-masing. Nilai yang digunakan untuk pemeringkatan ini melalui nilai rapot semester 1-5. Sebanyak 740 peserta didik akan berkompetisi merebutkan kuota 340 kursi. Sementara untuk seleksi menggunakan nilai Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang keluar pada 11 Juni 2021.

Jalur bibit unggul ini salah satu strategi Disdikpora Jogja dalam fasilitasi peserta didik masuk sekolah yang diinginkan. "Jalur bibit unggul ini adalah bonus bagi anak-anak yang berprestasi untuk dapat melaksanakan seleksi dengan sistim bibit unggul," kata Budi.