7.444 Siswa di Gunungkidul Belum Tersentuh Program MBG
Sebanyak 7.444 siswa di Gunungkidul belum menerima Program Makan Bergizi Gratis. Dinas Pendidikan menyebut keterbatasan sebaran SPPG menjadi kendala utama.
Aris Kusmono saat menjemur tanah lempung dalam proses pembuatan pasir kucing di rumahnya di Dusun Gunungan, Beji, Kapanewon Patuk. Foto diambil Jumat (11/6/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Produksi pasir kucing mulai diminati warga Gunungkidul. Salah satunya dikembangkan oleh Aris Kusmono, warga Dusun Gunungan, Beji, Patuk.
Ia mengaku sudah menggeluti produksi pasir kucing sejak 2019 lalu. Menurut dia, usaha pasir kucing ini memiliki prospek bisnis yang bagus karena banyak pecinta hewan peliharaan yang meminati produksi pasir ini.
“Ini untuk wadah kotoran. Jadi, banyak pecinta kucing yang mencarinya,” kata Aris saat ditemui Jumat (11/6/2021).
Baca juga: Pajero Hantam Tiga Motor, Dua Pengendara Meninggal Dunia di Gunungkidul
Ia menjelaskan, proses pembuatan pasir ini tidak sulit karena bahan baku tersedia di wilayah Gunungkidul. Untuk bahan, Aris memilih menggunakan tanah lempung yang memiliki daya hisap tinggi air sehingga mampu menyerap kotoran secara maksimal sehingga tidak menimbulkan bau.
“Berhubung menggunakan lempung, maka warnanya hitam. Tapi, agar bisa menarik saya campur dengan kalsit sehingga warnanya bisa putih,” ungkapnya.
Baca juga: Ditinggal di Mobil, Emas Puluhan Gram Raib Milik Warga Gamping Raib
Ia mengakui dalam rentang waktu satu minggu bisa mengirimkan pasir kucing sebanyak dua kali ke toko-toko hewan di Kota Jogja. Untuk sekali pengiriman, pasir yang dipasok seberat dua kuintal. “Saya jual literan. Satu bungkus seberat sepuluh liter dengan harga distributor sebesar Rp18.000 per bungkusnya,” katanya.
Meski memiliki prospek bisnis yang baik, ia berharap ada pendampingan dari pemerintah. Menurut dia, adanya pandemi corona ikut berdampak terhadap keberlangsungan usaha. “Sebenarnya sudah banyak yang mulai usaha ini seperti di wilayah Semin hingga Ponjong. Tapi, untuk saya hingga sekarang belum ada bantuan dalam upaya pengembangan usaha,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 7.444 siswa di Gunungkidul belum menerima Program Makan Bergizi Gratis. Dinas Pendidikan menyebut keterbatasan sebaran SPPG menjadi kendala utama.
Timnas Iran meminta FIFA mengizinkan pemain mengenakan ban lengan hitam saat melawan Mesir di Piala Dunia 2026 yang bertepatan dengan Hari Asyura.
Pemkot Pekalongan mengimbau warga aktif melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. DPMPPA membuka layanan pengaduan 24 jam dan menyediakan rumah.
WhatsApp kena serangan spyware NSO Group. Meta tuding langgar putusan pengadilan AS. Aktifkan Strict Account Settings untuk lindungi akun Anda.
Selain akses mudah, SatuSatu menawarkan berbagai layanan lengkap yang memudahkan Anda mengeksplorasi Jogja tanpa ribet. Anda bisa pesan tiket masuk ke berbagai
Kenaikan harga kain akibat pengaruh dolar AS memangkas keuntungan perajin batik Pekalongan hingga 40 persen. Pelaku usaha mengandalkan inovasi dan efisiensi unt