Bantul Percepat Vaksinasi Covid-19 dengan Jemput Bola

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
15 Juni 2021 20:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat vaksinasi Covid-19, salah satunya dengan mendekatkan langsung kepada sasaran yang akan divaksin atau sistem jemput bola.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan, vaksinasi Covid-19 dilakukan setiap hari dengan mendekatkan langsung pada sasaran, mendatangi ke dusun-dusun yang dilakukan oleh fasilitas layanan kesehatan terdekat, terutama untuk kalangan lansia yang berusia di atas 60 tahun dan pra lansia yang berusia 50-60 tahun, “Upaya paling logis adalah pendekatan pada sasaran untuk mempercepat vaksinasi,” kata Agus, Selasa (15/6/2021).

Sementara di puskesmas dan rumah sakit juga terus berjalan proses vaksinasi setiap hari yang menyasar masyarakat umum. Tidak hanya itu vaksinasi massal yang bekerjasama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan, misalnya vaksinasi massal tiap hari di SMK Kesehatan Manding dengan sasaran setiap hari sebanyak 300 orang.

Kemudian vaksinasi massal yang akan dilakukan pada 16-17 Juni di Balai Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, dengan sasaran 500 orang. Selain itu juga ada vaksinasi mobile yang bekerjasama dengan TNI dan Polri. Dalam waktu dekat ini vaksinasi yang menyasar kepada pegagang pasar juga akan dilakukan, sambil menunggu data resmi pedagang dari Dinas Perdagangan.

“Pokoknya kita genjot kita lakukan percepatan-percepatan, sekarag lansia sudah cukup banyak hampir 50% sudah cukup banyak kemudian pelayan publik. Intinya percepatan-percepatan strategi zonasi dan pendekatkan pelayanan,” kata Agus.

Staregi zonasi yang dimaksud adalah memfokuskan pada dusun tertentu sampai selesai divaksin semua warganya kemudian bergeser ke dusun lainnya. Hal tersebut untuk memudahkan peta sasaran vaksinasi dan melihat sebaran penularan Covid-19.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, Abednego Dani Nugroho, menambahkan jika dihitung dengan jumlah penduduk Bantul yang hampir mencapai satu juta, memang masih jauh. Namun berdasarkan perioritas yang dilakukan sudah cukup tinggi, seperti tenaga kesehatan, pelayan publik, lansia, dan pra lansia.

Selain itu vaksinasi juga tergantung kedatangan vaksin. Hampir setiap kali vaksin datang langsung digunakan sehingga tidak pernah menyimpan terlalu lama vaksin di Dinas Kesehatan Bantul. “Setiap vaksin yang diterima distribusikan dan kita pake, secara kinerja sudah baik, sudah tinggi,” ujar Abed.

BACA JUGA: Virus Corona Varian Delta Sudah Menyebar di 74 Negara

Berdasarkan data per 14 Juni 2021 total sasaran yang sudah divaksin dari tenaga kesehatan untuk dosis pertama dari total sasaran 8.297 orang yang sudah divaksin mencapai 7.642 orang. Dosis kedua sasaran 8.297 yang divaksin 7.286 orang.

Pelayan publik dosis pertama sasaran 62.403 orang dan yang sudah divaksin 47.181. Dosis kedua sasaran 62.403 yang divaksin mencapai 31.813 orang. Sementara lansia dosis pertama dari total sasaran 122.672 yang sudah divaksin 37.985 orang. Dosis kedua lansia sasaran 122.672 yang sydah divaksin 17.549 orang. Adapun masyarakat rentan dosis pertama yang sudah divaksin mencapai 3.610 orang, dosis kedua delapan orang. Masyarakat umum dosis pertama yang sudah divaksin 1.857 orang, dosis kedua 133 orang.

Total warga sasaran 193.372 yang divaksin 98.276 orang untuk dosis pertama (cangkupan 50.82%). Dosis kedua 193.372 yang divaksin 56.789 orang (cangkupan29.37%). Abed menyampaikan stok vaksin yang tersedia saat ini untuk vaksin Sinovac sebanyak 24.440 dosis. Sementara AstraZeneca sebanyak 3.040 dosis.