Dosen Teknik Elektro UMY Berdayakan Perajin Batik Kayu di Krebet

Tim dosen UMY menyerahkan alat mesin serut/mesin penghalus kayu kepada perajin batik di UKM Batik Kayu Sanggar Punokawan, belum lama ini. - Istimewa
16 Juni 2021 20:17 WIB Yudhi Kusdiyanto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diketuai Ramadoni Syahputra dengan anggota Kunnu Purwanto dan Ahdi Kurniawan memberdayakan perajin batik kayu di Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Pajangan, Bantul. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu ikhtiar Ramadoni dan timnya untuk membantu para perajin agar bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 cukup parah yakni sektor pariwisata dan industri pendukungnya. Hal ini juga dirasakan para perajin batik di Desa Wisata Krebet. Desa wisata yang terletak di Dusun Krebet, Sendangsari, ini memiliki banyak warga yang terampil dalam berinovasi dan menghasilkan karya batik lewat media kayu. Berkat keterampilan ini, menjadikan Desa Krebet sebagai sentra kerajinan batik kayu.

"Ciri khas batik dengan media kayu ini menarik minat para pembeli baik domestik maupun manca negara. Sebelum ada pandemi, banyak wisatawan yang datang berkunjung. Tak hanya berbelanja, mereka juga melihat proses pembuatannya, melihat tradisi masyarakat sekaligus menikmati suasana desa yang masih asri," kata Ramadoni dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (16/6/2021).

Saat pandemi melanda, wisatawan yang berkunjung turun drastis. Hal ini juga berpengaruh pada produktivitas dan perekonomian kerajinan batik kayu. Karena itulah, menurut Ramadoni, pandemi harus disikapi dengan bijak, khususnya bagi para perajin batik kayu. Mereka tetap harus bangkit dan melakukan kegiatan produktif.

"Kami bersama tim melakukan pemberdayaan kepada para perajin dengan membantu pengadaan mesin serut/mesin penghalus kayu untuk proses produksi batik kayu. Kami juga memberikan pelatihan agar produktivitas batik kayu tetap meningkat. Kami juga membantu mereka dengan perawatan alat mesin serut atau penghalus kayu," kata Ramadoni.

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan Ramadoni beserta timnya dilaksanakan di UKM Batik Kayu Sanggar Punokawan. Ramadoni berharap melalui kegiatan tersebut dapat menjadi pendorong bagi industri batik lainnya di Bantul, serta bisa memberikan kontribusi dalam rangka memperkuat industri lokal berbasis warisan budaya dalam persaingan pasar nasional dan internasional.