Kepala Dinkes Anggap Sleman Sudah Saatnya Di-lockdown

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak\\r\\n
18 Juni 2021 21:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman masih menunggu instruksi dari Gubernur DIY terkait penerapan lockdown wilayah mengatasi lonjakan kasus harian Covid-19 di Sleman.

Berdasarkan laporan Satgas Covid-19 Sleman pada Jumat (18/6/2021) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 171 kasus sehingga total penduduk Sleman yang sudah terpapar Covid-19 18.879 kasus.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan Pemkab masih menunggu instuksi gubernur terkait rencana pemberlakuan lockdown padukuhan untuk mengantisipasi penyebaran virua Corona. "Kami ikuti perintah provinsi dan Pusat," kata Kustini, Jumat (18/6/2021).

Kustini mengakui jika kasus covid ini sudah menyebar di setiap kapanewon. Pemkab juga meminta agar kalurahan menyediakan selter. Pemkab sudah meminta warga untuk taat disiplin menjalani protokol kesehatan (prokes). "Kami akan melihat posisi masing-masing. Kalau di daerah itu masuk zona merah, ya dilockdown. Itu sudah dilakukan. Tidak semua dilockdown, karena kami tetap harus menggerakkan ekonomi," katanya.

BACA JUGA: DPRD DIY Dukung Gagasan Sultan untuk Lockdown

Kepala Dinas Kesehatan Joko Hastaryo menambahkan dilihat dari kacamata kesehatan saat ini di wilayah Sleman sudah memenuhi syarat untuk menerapkan lockdown wilayah. Aktivitas masyarakat yang penyebaran Covidnya meningkat, kata Joko, harus dikendalikan. Termasuk sektor pariwisata, kegiatan sosial masyarakat, kesenian dan kegiatan keagamaan.

"Ini masih pendapat pribadi ya dilihat dari kacamata kesehatan. Kalau lockdown skala mikro sudah dilakukan di Sleman. Tetapi (soal kebijakan lockdown wilayah) kami masih harus mempelajari dulu instruksi gubernur nanti seperti apa," kata Joko.